fbpx

Masukkan kata kunci Anda

Menyelamatkan Perbukuan Saat Pandemi

Menyelamatkan Perbukuan Saat Pandemi

Menyelamatkan Perbukuan Saat Pandemi

Di masa krisis seperti inilah, saat yang tepat kita mempertanyakan, masa depan macam apa yang akan kita wariskan kepada generasi selanjutnya? Sejarah, mitos, dan narasi-narasi yang menumbuhkan rasa kemanusiaan kita, mungkin akan lenyap ketika kita hidup dalam dunia tanpa buku. Apakah dunia seperti ini yang ingin kita berikan pada anak cucu kita?

Saat ini, sejumlah negara telah memandang pentingnya memberikan stimulus ekonomi bagi industri penerbitan karena melihat betapa industri ini penting bagi masa depan warganya. Melalui penerbitan, pendidikan mendapatkan sumber daya yang diandalkan guru dan siswa di sekolah. Dan penerbitan menghasilkan buku-buku sebagai salah satu bentuk hiburan dalam kehidupan yang terisolasi, dan menjadi media bagi para peneliti untuk menerbitkan penelitian akademis mereka untuk membantu pemerintah dalam mengelola dan menangani krisis.

Lantas bagaimana dengan negara kita? Bagaimana para pemangku kepentingan memandang industri perbukuan? Yayasan Pulau Imaji ekerja sama dengan Mizan Group, saksikan diskusi daring “Menyelamatkan Perbukuan Saat Pandemi” bersama Haidar Bagir, Laura Bangun Prinsloo, dan Kang Maman Suherman di Zoom, Hari Sabtu, 9 Mei 2020, Pukul 11.00 – 12.00 WIB.

Untuk ikut, daftar di bit.ly/3djgwoZ. Kami akan mengirimkan meeting ID dan password via Whatsapp/E-mail. Mari kita berdiskusi bersama untuk industri perbukuan Indonesia. Acara ini juga dapat disaksikan di kanal YouTube MizanTube.