fbpx

Masukkan kata kunci Anda

Memasuki Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham

Memasuki Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham

Memasuki Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham

“Selamat datang di era #MO, dengan tagar Mobilisasi dan Orkestrasi. Ini suatu era, di mana teori bisnis menjadi usang dan berbagai model bisnis tidak lagi relevan.” Begitulah sambutan dari Rhenald Kasali untuk buku terbarunya berjudul #MO yang diterbitkan oleh Penerbit Mizan, pada acara Talkshow with Rhenald Kasali di Kinokuniya Bookstore Plaza Senayan, Sabtu 21 September 2019.

Buku #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham merupakan karya ke-31 yang dilahirkan oleh Rhenald Kasali. Seperti buku-buku sebelumnya yang mengupas tentang perubahan, mindset dan manajemen bisnis, #MO menyorot tentang fenomena bisnis terkini yang terimbas langsung oleh teknologi.

Dampak mobilisasi dan orkestrasi ini membuat banyak orang gagal paham. “Kita memasuki dunia baru, dengan segala pemikiran dan cara-cara baru. Cara baru ini memunculkan kekuatan-kekuatan baru (New Power) yang menggoyahkan kekuatan lama (Old Power), akibatnya The Main is No Longer the Main, contohnya saja televisi yang mulai kehilangan pendapatan utamanya karena munculnya alternatif tontonan baru,” jelas Rhenald Kasali

Pada era #MO (Mobilisasi dan Orkestrasi) ini, banyak terobosan milenial yang membuat Old Power gagal paham. Ketika milenial membuat suatu usaha, misalnya, mereka tidak menggunakan aset layaknya bisnis lama yang bisa terlihat, dihitung, dan dijaminkan ke bank. Saat membuka usaha hotel, mereka tidak membeli tanah dan membangun hotel, namun mereka mengajak hotel ataupun rumah pribadi untuk berkolaborasi menjadi bagian dari usaha hotel mereka, seperti yang dilakukan oleh Airbnb dan Red Doorz.

 

Dalam waktu dua tahun di Indonesia saja, Airbnb berhasil menyediakan 8 ribu kamar dengan 880 ribu tamu, sehingga membukukan pendapatan Rp1 triliun. Mereka hanya mengorkestrasi pemilik hotel dan penginapan.The power of orchestration.

Aset tangible tidak lagi menjadi penting untuk bisnis di era #MO, yang terpenting adalah mengorkestrasi aset-aset intangible menjadi sumber daya dan mampu menghasilkan uang. Aset Intangible tidak bisa dihitung dalam perbukuan akutansi karena melekat pada manusia, seperti brand image, keterampilan (skills), pengetahuan, kerja sama jejaring, dan budaya perusahaan.

Oleh karena itu, valuasi Gojek bisa lebih besar dari Garuda Indonesia karena Gojek memiliki aset-aset intangible yang membuat mereka mengungguli Garuda Indonesia.

Dalam buku ini, Rhenald Kasali juga memperkenalkan Online Mobilization Mix, yaitu suatu metode untuk menguasai prinsip dasar dari mobilisasi dan orkestrasi. Seperti halnya Marketing Mix, dalam mobilisasi ada bauran untuk melakukan mobilisasi online positif yang bisa dimanfaatkan untuk membuat isu positif maupun membangun brand, yang disingkat dengan SHARE (Story, Hype, Actionable, Relevant, dan Emotional).

Salah satu pesan yang disampaikan oleh Rhenald Kasali dalam kesempatan ini kepada para milenial dan Old Power adalah dalam era #MO kita harus mampu beradaptasi dan memiliki explorative mindset sehingga kita tidak akan terkejut saat melihat hal baru dan tidak gagal paham.

Dunia sedang berubah, dibutuhkan cara pandang baru untuk memahami dunia baru ini. Rhenald Kasali akan mengajak Anda untuk memahaminya melalui buku #MO.