fbpx

Masukkan kata kunci Anda

Creative Collaboration Banyuwangi dalam Rumah Isolasi

Creative Collaboration Banyuwangi dalam Rumah Isolasi

Creative Collaboration Banyuwangi dalam Rumah Isolasi

Pandemi semakin menjadi. Gerak-langkah manusia kian dibatasi. Semua orang di dunia, siapa pun itu, berisiko terkena dampak pandemi; mulai dari hilangnya pekerjaan, hingga melayangnya nyawa orang tersayang.

 

Pandemi membuat kita belajar banyak hal. Selain mengenai pola hidup sehat, secara tidak langsung kita diingatkan untuk semakin menerapkan sifat gotong royong. Mulai dari gotong royong sederhana: saling berbagi dengan tetangga.

 

Istilah lain gotong royong adalah kolaborasi. Saat ini, kolaborasi dari berbagai pihak, terutama antar daerah, sangat diperlukan untuk meminimalisir penyebaran virus. Kabupaten Banyuwangi adalah salah satu daerah yang memegang teguh prinsip kolaborasi, lebih tepatnya kolaborasi kreatif. Creative collaboration.

 

Sebelum pandemi virus corona melanda dunia, Banyuwangi telah lama menerapkan prinsip creative collaboration. Di setiap program, Banyuwangi selalu berusaha berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk masyarakat. Creative collaboration yang paling menonjol ada pada aspek pariwisata, mulai dari masyarakat hingga pejabat pusat ikut terlibat. Intinya, creative collaboration adalah upaya bersama mengerahkan kekuatan potensi yang dimiliki.

 

Menyiapkan Rumah Isolasi

Di masa pandemi ini, Banyuwangi tetap memegang teguh prinsip creative collaboration dalam setiap programnya. Rumah isolasi berbasis desa adalah salah satu bukti dari keteguhan itu. Rumah isolasi merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dengan masyarakat di setiap desa.

Rumah isolasi yang tersebar di beberapa desa di Banyuwangi dipersiapkan untuk tempat karantina para pemudik. Banyuwangi tak perlu mendirikan gedung khusus untuk itu. Karena dengan menjalankan creative collaboration, bangunan rumah isolasi tersebut memanfaatkan rumah kosong milik warga yang masih layak huni, balai desa, gedung kecamatan, ruang pertemuan, dan bangunan lainnya.

 

Mengapa rumah isolasi disiapkan? Pihak Banyuwangi memandang, para pemudik yang merupakan ODR (Orang dengan Risiko) dan sebagian lagi ODP (Orang dalam Pemantauan), berisiko menularkan virus kepada keluarganya jika isolasi mandiri dilakukan di rumah masing-masing.

 

Banyuwangi sungguh sadar, penyebaran virus corona ini sangatlah cepat. Selain itu, banyak sifat dari virus baru ini yang belum banyak diketahui, bahkan oleh peneliti sekali pun. Setiap harinya, jumlah kasus terus meningkat, entah di tingkat daerah mapun dunia. Inilah alasan Banyuwangi menyiapkan rumah isolasi.

 

Selain tempat yang nyaman, di rumah isolasi juga disiapkan makanan. Mereka yang tinggal di rumah isolasi juga akan dipantau dan diawasi oleh puskesmas setempat. Per tanggal 15 April 2020 saja sudah ada 216 rumah isolasi yang tersedia dengan lebih dari 500 kamar, sekitar 800 kasur, tersebar di berbagai desa di Banyuwangi, (Detik.com,15/4/2020).

 

Tersedia website khusus untuk mengakses rumah isolasi, yaitu https://corona.banyuwangikab.go.id/#rumah_isolasi. Di sana warga bisa memantau informasi terkini mengenai ketersediaan rumah isolasi hingga update kasus corona di Banyuwangi. Selain melalui website, bisa juga mengaksesnya melalui jaringan telepon masing-masing rumah isolasi yang paling dekat dengan tempat tinggal pemudik.

 

Rumah isolasi adalah satu dari banyak wujud kolaborasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Ada banyak lagi cerita menarik tentang gerakan kolaborasi Banyuwangi. Dari berbagai gerakan kolaborasi itu, tak hanya ratusan penghargaan yang dapat diraih oleh Pemkab Banyuwangi; namun juga kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat. Itu yang paling penting untuk dicatat.

 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas telah menceritakan semua gerakan kolaborasi Banyuwangi dalam buku Creative Collaboration: 10 Tahun Perjalanan Transformasi Banyuwangi, yang diterbitkan oleh penerbit Exposé Mizan. Kepemimpinan transformatif Abdullah Azwar Anas terlihat jelas dalam buku tersebut. Dalam kepemimpinannya, dia berhasil membawa Banyuwangi menjadi pusat ekonomi dari yang semula terisolasi.

Disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan pembahasannya menyentuh berbagai aspek, buku Creative Collaboration sangat penting dibaca oleh berbagai pihak; mulai dari kepala daerah, wiraswasta, hingga mahasiswa. Pembaca akan melihat seorang pemimpin menjawab berbagai tantangan dengan kegembiraan, penuh inovasi dan kreativitas tanpa batas seperti yang kita lihat pada kolaborasi kreatif rumah isolasi.

 

Rumah isolasi menjadi upaya bersama meminimalisir penularan virus. Rumah isolasi menjadi contoh bagi daerah lain bagaimana sebuah pemerintah daerah bisa membangun komunikasi baik dengan masyarakat. Rumah isolasi tak akan muncul tanpa prinsip #CreativeCollaboration; prinsip yang dipegang teguh oleh Pemkab Banyuwangi.

 

Kita semua tentunya ingin kondisi kembali seperti semula. Kita ingin melihat para pelajar kembali ke sekolah, para pekerja kembali menatap ruang kerjanya, hingga para penggali kubur tak khawatir lagi tertular penyakit saat menguburkan seorang jenazah. Banyuwangi telah melangkah untuk mengembalikan semua kondisi itu. Rumah isolasi tak sekadar tempat singgah. Rumah isolasi adalah upaya menciptakan kehidupan lebih cerah.