fbpx

Masukkan kata kunci Anda

5 Penulis Terkenal yang Berulang Tahun Agustus Ini

5 Penulis Terkenal yang Berulang Tahun Agustus Ini

5 Penulis Terkenal yang Berulang Tahun Agustus Ini

Ternyata bulan agustus ini banyak penulis-penulis terkenal, baik dalam Indonesia maupun penulis luar, yang sedang berulang tahun, loh Sahabat Mizan. Siapa sajakah mereka?

 

  1. Jostein Gaarder – 8 Agustus 1952

Siapa yang tak kenal dengan Jostein Gaarder? Penulis novel filsafat dari Norwegia ini sukses dengan bukunya yang berjudul Dunia Sophie. Dunia Sophie, dengan judul aslinya So­fie’s Verden, merupakan salah satu novel terlaris di dunia pada tahun 1995. Buku Dunia Sophie sendiri telah diterjemahkan dalam 50 bahasa.

Gaya menulis Gaarder yang membawa filsafat dan perenungan tentang hidup dengan pengemasan cerita yang menarik dan dibalut dengan dongeng, membuat karya-karyanya selalu digemari banyak orang. Karya-karyanya yang telah diterbitkan Mizan, di antaranya: Dunia Sophie, Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng, Dunia Maya, Dunia Cecilia, The Orange Girl, The Magic Library, Dunia Anna, Misteri Soliter dan lainnya.

Selain menulis, Gaarder juga giat mengampanyekan pelestarian lingkungan melalui Sofie Foundation yang didirikannya bersama istrinya, Siri, pada tahun 1997. Kini, dia tinggal di Oslo, Norwegia.

 

  1. Pidi Baiq – 8 Agustus 1972

Penulis lain yang juga berulang tahun pada tanggal 8 Agustus adalah Pidi Baiq. Surayah, nama panggilan khasnya, lahir di Bandung pada tanggal 8 Agustus 1972. Imam Besar The Panasdalam ini adalah lulusan FSRD di Institut Teknologi Bandung, meskipun ijazahnya tak pernah ia ambil.

Gaya khas Ayah yang nyeleneh dan penuh guyonan adalah daya tarik yang disukai oleh para penggemarnya. Ayah juga sudah menghasilkan banyak karya selain Dilan, yaitu Drunken Monster, Drunken Molen, Drunken Mama, Drunken Marmut, Al-Asbun, At-twitter, Hanya Salju dan Pisau Batu dan masih banyak lagi.

Ayah juga baru saja menerbitkan buku baru yang berjudul “Koboy Kampus” yang juga difilmkan dengan judul yang sama. Cerita ini diangkat dari pengalaman Ayah semasa kuliah di ITB bersama teman-temannya.

 

  1. Rhenald Kasali – 13 Agustus 1960

Profesor yang merupakan guru besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini lahir pada tanggal 13 Agustus 1960. Saat kelas 5 SD dulu, ia pernah tidak naik kelas karena terkendala di mata pelajaran bahasa Indonesia. Namun siapa sangka bahwa sekarang ia menjadi guru besar dan penulis yang mendapat anugerah Writer of the Year 2018 dari Ikatan Penerbit Indonesia.

Rhenald Kasali dikenal berkat karya-karyanya yang fenomenal dan megabest-seller, antara lain, Self Driving, Change Leadership, dan Change! Buku terbarunya #MO (Mobilisasi dan Orkestrasi) baru saja terbit bersamaan dengan ulang tahunnya yang ke-59 tahun.

Ia mendirikan yayasan Rumah Perubahan dan menulis lebih dari 40 buku ilmiah. Aktif mengikuti dan menjadi narasumber seminar internasional di Harvard, Yale, dan kampus-kampus utama dunia. Ia juga aktif memberikan advis pada beberapa Super Apps.

 

  1. Yudi Latief – 26 Agustus 1964

Yudi latif lahir di Sukabumi, 26 Agustus 1964. Ia adalah Ketua BPIP-Pancasila yang baru diresmikan bulan Mei 2017 oleh Presiden Jokowi. Selain itu, Ia merupakan Ketua Harian Pusat Studi Pancasila, Universitas Pancasila, Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di The Australian National University (ANU), Australia.

Di luar bidang akademik, ia juga seorang penulis yang subur. Ia menerbitkan belasan buku; salah satu yang paling fenomenal adalah Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila, Mata Air Keteladanan, Revolusi Pancasila, dan Makrifat Pagi. Selain itu, ia menulis di berbagai media dan mengisi rubrik tetap di harian Kompas, Republika dan Majalah Gatra, dan portal Aktual.co.

Atas karya dan kontribusinya dalam dunia pemikiran, ia telah meraih sejumlah penghargaan. Beberapa di antaranya, IFI (Islamic Fair of Indonesia) Award pada Desember 2011, untuk ketegori Intelektual Muda Paling Berpengaruh; Ikon Politik Indonesia tahun 2011 dari Majalah Gatra; Nabil (Nation Building) Award pada 18 Oktober 2012, dari Yayasan Nabil, sebagai pengakuan atas perjuangan dan pemikiran dalam menegakkan Pancasila yang memberikan sumbangan bagi nation building; Penghargaan Ilmu Sosial 2013, atas prestasi dan sumbangan yang besar untuk pengembangan ilmu sosial, dari Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS), serta sejumlah penghargaan lainnya.

 

  1. Sujiwo Tejo – 31 Agustus 1962

Agus Hadi Sudjiwo (lahir di Jember, JawaTimur, 31 Agustus 1962) atau lebih dikenal dengan nama Sujiwo Tejo adalah seorang budayawan Indonesia. Ia pernah mengikuti kuliah di ITB, namun kemudian mundur untuk meneruskan karier di dunia seni yang lebih disenanginya. Sempat menjadi wartawan di harian Kompas selama 8 tahun lalu berubah arah menjadi seorang penulis, pelukis, pemusik dan dalang wayang. Selain itu ia juga sempat menjadi sutradara dan bermain dalam beberapa film seperti Janji Joni dan Detik Terakhir. Selain itu dia juga tampil dalam drama teatrikal KabaretJo yang berarti “Ketawa Bareng Tejo”.

Dalam aksinya sebagai dalang, dia suka melanggar berbagai pakem seperti Rahwana dibuatnya jadi baik, Pandawa dibikinnya tidak selalu benar dan sebagainya. Ia seringkali menghindari pola hitam putih dalam pagelarannya.

 

Selamat ulang tahun untuk para penulis tercinta kita! Semoga diberikan kesehatan agar dapat menghasilkan karya-karya terbaik lainnya. Selamat ulang tahun juga untuk para Sahabat Mizan yang lahir di bulan Agustus!

 

Diolah dari berbagai sumber