fbpx

Masukkan kata kunci Anda

Teladan dan Pancasila

Teladan dan Pancasila

Mata Air Keteladanan – Yudi Latif

 

Saat ini Pancasila tengah menjadi sorotan khusus di Indonesia. Perilaku dan mentalitas tiap manusia Indonesia diharapkan dapat mencerminkan nilai-nilai dari Pancasila. Yudi Latif, yang sejak lama mempunyai perhatian khusus pada Pancasila, telah menuliskan bagaimana perilaku seorang yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam buku Mata Air Keteladanan.

Yudi Latif mengatakan, penulisan buku tersebut dilatarbelakangi oleh krisis keteladanan yang terjadi saat ini. Ada banyak pemimpin yang harus ditauladani seperti Nabi Muhammad SAW, Yesus Kristus dan Sidharta Gautama yang sudah meninggal ratusan tahun yang lalu tapi tetap menjadi teladan dan contoh yang baik bagi umatnya sampai hari ini.

Para pemimpin bangsa memang bukanlah kumpulan para nabi, namun teladan nabi harus menjadi implementasi, sehingga para pemimpin bangsa dapat meninggalkan sejarah keteladanan yang baik yang akan menjadi cerita yang selalu dikisahkan sehingga dapat membekas dalam kesadaran jiwa.

Dalam buku ini Yudi Latif menawarkan tokoh-tokoh yang telah mengamalkan Pancasila dalam perbuatan, dari tokoh sejarah yang telah tiada sampai tokoh kekinian. Mereka berasal dari berbagai golongan dan tingkatan, dari pejabat sampai rakyat. Mereka mengamalkan Pancasila sesuai bidang masing-masing. Merekalah mata air keteladanan

Yudi Latif menyesuaikan jumlah bab buku ini dengan nilai simbolik angka lima dalam Pancasila. Kelima bab tersebut diawali dengan Mata Air Keteladanan dalam Pengamalan (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan). Tiap sila Pancasila memiliki empat butir nilai intrinsik sila tersebut. Sedangkan satu butir lagi bersifat ekstrinsik, yakni mengandalkan keterkaitan butir-butir dalam sila tersebut dengan butir-butir di sila-sila lainnya.

Bagaimana kisah Bung Tomo dalam membakar semangat rakyat Surabaya, Sjafruddin Prawiranegara selaku Kepala Bank Indonesia yang tidak pernah sedikitpun mau menggunakan fasilitas Negara untuk kepentingan pribadinya. Semua diceritakan dalam buku ini sebagai contoh teladan bagi masyarakat.