Masukkan kata kunci Anda

Sirkus Pohon: Karya ke-10 Andrea Hirata

Sirkus Pohon: Karya ke-10 Andrea Hirata

Setelah hampir 3 tahun tidak terdengar, Andrea Hirata kembali mengeluarkan karya terbarunya yang berjudul Sirkus Pohon. Sama seperti beberapa karya Andrea terdahulu, Sirkus Pohon ini mengambil latar di Belitong. Karya ini merupakan karya ke-10 Andrea Hirata yang ditulisnya sejak mempublikasikan karya pertama dan fenomenalnya, Laskar Pelangi, tahun 2005 lalu.

Simak cuplikan dari Sirkus Pohon berikut ini.

Baiklah, Kawan, kuceritakan padamu soal pertempuranku melawan pohon delima di pekarangan rumahku dan bagaimana akhirnya pohon itu membuatku kena sel,lalu wajib lapor setiap Hari Senin, di Polsek Belantik.
Benci nian aku pada delima itu, lihatlah pohon kampungan itu, ia macam kena kutuk. Pokoknya berbongkol-bongkol, dahan-dahannya murung, ranting-rantingnya canggung, kulit kayunya keriput, daun-daunnya kusut. Malam Jum’at burung kekelong berkaok-kaok di puncaknya, memanggil-manggil malaikat maut. Tak berani aku dekat-dekat  delima  itu, karena aku tahu pohon itu didiami hantu.
Dalam novel ini Andrea akan membuat kita terbahak-bahak mengikuti kisah orang-orang Melayu di pedalaman Belitong yang lugu, tersedu-sedu oleh kisah cinta yang masygul, atau geleng-geleng kepala oleh intrik-intrik mereka yang luar biasa. Kita akan menemukan manusia-manusia yang tak sempurna, tapi sekaligus menemukan kebijaksanaan dalam diri mereka.