fbpx

Masukkan kata kunci Anda

Reclaiming Your Heart: Menguasai Hati dalam Menjalani Kehidupan

Reclaiming Your Heart: Menguasai Hati dalam Menjalani Kehidupan

Reclaim Your Heart bersama Yasmin Mogahed, merupakan sebuah rangkaian acara dari perayaan rasa syukur 35 tahun Mizan dalam bertumbuh untuk mengembangkan dunia literasi di Indonesia. Sebagai salah satu rasa syukur tersebut, Mizan mempersembahkan sebuah acara yang bisa menginspirasi semua kalangan, terutama masyarakat Muslim di Indonesia. Salah satunya dengan mendatangkan pembicara dari luar negeri.

Tahun ini, Mizan bisa merasa berbangga mengundang Yasmin Mogahed untuk pertama kalinya ke Indonesia, untuk memberikan pemikiran-pemikiran dan perenungan-perenungan tentang iman dan makna sejati kehidupan langsung kepada pembaca Indonesia.

Acara yang berjudul ‘Reclaim Your Heart Bersama Yasmin Mogahed: Bebaskan Diri dari Jebakan Kehidupan, Meraih Cinta dan Kebahagiaan‘ ini dipandu oleh Rene Suhardono, merupakan President Commissioner at PT Pembangunan Jaya Ancol. Seorang penulis juga seorang public speaker yang cukup berpengalaman.

“Itu menyentuh sekali, inspiratif ya. Dan membuat kita jadi refleksi terhadap apa yang kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari. Bagi saya banyak dari kita mengalami hal-hal sederhana itu kemudian membuat kita mentalnya down, dan ketika baca itu (Reclaim Your Heart), oh banyak ya yang ngalamin yang mungkin Yasmin juga merefleksikan ini.” Ujar salah satu peserta ketika ditanyai oleh Nina Septiani selaku MC acara mengenai kesan-pesannya setelah membaca buku Reclaim Your Heart.

“When you change the heart, you change the whole body. It means that when you change the heart, you change the entire life, the action of human being. Because the heart is actually what leads the person. As so what ever owns the heart, owns that person. Whatever is in the deepest part of the heart is going to be your master, it’s gonna be what lead you in your life, it’s gonna be what you, why you lived your life. And so reclaiming your heart is about taking your heart back and giving it to Allah SWT. Because Allah is the only one whose the rightful owner of the heart.” Ujar Yasmin Mogahed dengan awalan topiknya menjelaskan pemahaman mengenai apa itu Reclaim Your Heart.

Seperti yang dikatakan oleh Yasmin Mogahed, hati (jantung) adalah pusat energi yang menggerakkan tubuh kita untuk menjadi manusia yang hidup. Ketika kita mengubah hati kita, maka kita akan mengubah tubuh kita, dan juga hidup kita. Karena hati adalah sesuatu yang sesungguhnya menggerakkan atau menuntun seseorang menjalani kehidupannya. Maka dari itu, reclaiming your heart adalah menguasai kembali hati kita dan memberikannya kepada Allah SWT. Karena Allah SWT adalah pemilik yang sah dari hati tersebut.

 

Lalu bagaimana caranya seseorang menguasai kembali hatinya?

Kita tahu bahwa kita hidup di dunia, sedangkan dunia itu sendiri adalah sesuatu yang sifatnya sementara. Yasmin Mogahed memberikan sebuah metafor bahwa dunia ibarat lautan sementara hati kita adalah kapalnya. Apa yang terjadi ketika air laut masuk ke dalam kapal? Tandanya kapal rusak dan akan tenggelam, seperti kapal Titanic.

“So what happens when our hearts allow dunya to enter? The same things happens. When our hearts allow dunya to enter, our hearts also become own by the dunya. And our hearts become broken by dunya, and our hearts can sink. And so what’s this metaphor teach us is that we have to be in this live, without allowing this life to own us. We have to go through this live but not get lose in this live. Just like the oceans. You can get lose in the oceans, you have to used it but you cannot allowed it own you,” terang Yasmin Mogahed.

Menurutnya, hal ini sama saja jika kita membiarkan dunia masuk ke dalam hati kita. Hati kita bisa rusak oleh dunia dan akhirnya tenggelam dalam dunia itu sendiri. Metafora ini mengajarkan kita untuk bisa hidup dalam hidup ini tanpa membiarkan hidup itu sendiri menguasai kita.

Sama halnya di lautan, pasti akan ada hujan, badai, hingga petir. Segala bentuk ancaman dan hambatan yang akan membuat kapal kita rusak dan tenggelam. Begitu pun dengan hidup di dunia, akan ada ujian dan cobaan yang harus kita hadapi. Tetapi kita harus membuat hati kita kokoh dengan menghindari godaan dunia dan tegar dalam menghadapi segala rintangan yang ada. Kita harus membuat hati kita kuat dan sehat. Tapi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita dapat memiliki hati seperti itu?

“The answer is, it’s a heart that doesn’t have any competitor with Allah SWT. It doesn’t mean that the hearts has nothing in it. It doesn’t mean the person who doesn’t love anything. It means there is no competition with Allah SWT. It means there is nothing that person loves as they should love Allah.”