fbpx

Masukkan kata kunci Anda

Razia Buku yang Sedang ‘Trend’ Belakangan Ini

Razia Buku yang Sedang ‘Trend’ Belakangan Ini

Entah mengapa setahun belakangan ini sedang gemarnya razia-razia buku yang dianggap berpaham komunis baik oleh sejumlah aparat maupun sekelompok orang.

Padahal, sejak 13 Oktober 2010, peraturan yang melarang buku-buku tertentu, yaitu UU No. 4/PNPS/1963, telah dicabut oleh Mahkamah Konstitusi. Itu artinya Kejaksaan Agung atau aparat negara lainnya, jika ingin memberangus dan menarik buku dari peredaran, harus terlebih dahulu melalui pembuktian di pengadilan dan tak bisa sewenang-wenang lagi.

Nyatanya, razia buku yang dilakukan sewenang-wenang sudah terjadi empat kali sejak akhir tahun 2018 lalu.

26 Desember 2018, Kediri – Dua toko buku Ki Ageng di Kediri di razia oleh aparat Pasi Intel Kodim 0809/Kediri Lettu Chb. Tomi Wibisono, Danunit Intel Letda Chb Bibit beserta 2 orang anggota, Staf KaBakesbangpolinmas Kabupaten Kediri Iwan, Danpos Badas Peltu Sugeng beserta Babinsa, Intelkam Polres Kediri Aiptu Hadi, dan Sub Denpom Kediri Sertu Daduk.

Buku yang dirazia: Empat karya filsafat; Menempuh Jalan Rakyat karya DN. Aidit; Manifesto Partai Komunis karya Karl Marx dan Fredrich Angels; Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan karya Soe Hok Gie; Benturan NU PKI 1948-1965; Gerakan 30 Sept 1965 kesaksian Letkol PNB. Heru Atmojo; Nasionalisme, Islamisme, Marxisme; Oposisi Rakyat; Gerakan 30 September 1965; Catatan Perjuangan 1946-1948; Kontradiksi MAO-Tse-Sung; Negara Madiun; Islam Sontoloyo karya Soekarno; Sukarno, Orang Kiri, Revolusi, & G30S1965 karya Ong Hok Ham; dan Komunisme ala Aidit.

8 Januari 2019, Padang – Toko buku di kawasan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang dirazia oleh Koramil 01 Padang Barat-Padang Utara dan Kejaksaan Negeri Padang.

Buku yang dipermasalahkan adalah Kronik 65, Gestapu 65 PKI, Mengincar Bung Besar – yang hanya membahas upaya pembunuhan terhadap Sukarno, Jasmerah – yang berisi kumpulan pidato-pidato Sukarno.

27 Juli 2019, Probolinggo – Dua mahasiswa dari komunitas Vespa Literasi ditangkap Polsek Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur ketika mereka membawa buku biografi Dipa Nusantara (DN) Aidit di lapak baca gratis yang digelar di Alun-alun Kraksaan.

Buku yang dipermasalahkan adalah Aidit Dua Wajah Dipa Nusantara terbitan KPG Jakarta, Sukarno, Marxisme dan Leninisme: Akar Pemikirian Kiri dan Revolusi Indonesia terbitan Komunitas Bambu, Menempuh Jalan Rakyat, D.N Aidit terbitan Yayasan Pembaharuan Jakarta; dan Sebuah Biografi Ringkas D.N Aidit terbitan TB 4 Saudara.

3 Agustus 2019, Makassar – Gramedia Trans Mall Makassar dirazia oleh kelompok yang mengatasnamakan Brigade Muslim Indonesia (BMI). Buku yang dipermasalahkan adalah karya Franz Magnis-Suseno dengan judul Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme dan Dalam Bayang-Bayang Lenin: Enam Pemikiran Marxisme dari Lenin sampai Tan Malaka.

Aksi razia buku yang dilakukan oleh BMI ini menuai banyak kecaman. Salah satunya dari Komite Buku Nasional. Melalui siaran pers yang ditulis di website KBN, mereka mendesak kepada aparat hukum yang berwenang, untuk melakukan investigasi yang adil dan transparan atas sejumlah peristiwa tersebut, di antaranya tindakan penyitaan yang dilakukan sejumlah orang yang mengatasnamakan diri sebagai Brigade Muslim Indonesia yang melakukan razia di Toko Buku Gramedia di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 3 Agustus 2019.

“Kami sangat berharap supaya segenap lapisan masyarakat mematuhi hukum yang berlaku, sekaligus menghargai buku sebagai produk intelektual yang sudah sepantasnya disikapi secara bijaksana dan bermartabat. Ketidaksetujuan atas isi sejumlah buku, seharusnya disampaikan dalam dialog yang mengedepankan logika hukum yang berlaku, dan bukan disampaikan dengan tindakan yang sewenang-wenang.” tanggapan Ketua Komite Buku Nasional, Laura Bangun Prinsloo.

 

Sumber:

Tirto.id

Detik.com

islandsofimagination.id