Masukkan kata kunci Anda

Pemikiran Islam dan Ragam Perspektifnya: Menuju Puncak Seleksi Beasiswa Mizan 2018

Pemikiran Islam dan Ragam Perspektifnya: Menuju Puncak Seleksi Beasiswa Mizan 2018

Semangat berpikir kritis dan berkarya dikalangan mahasiswa ibarat kobaran api yang tak pernah padam. Intelektualitas dalam kepala setiap mahasiswa selalu menghadirkan gejolak dan lonjakan ide, gagasan, atau pemikiran yang baru, unik, dan dinamis. Dengan latar belakang tersebut, Mizan secara konsisten berusaha mendorong gairah intelektual mahasiswa dalam menghasilkan karya tulis berkualitas. Usaha ini tertuang dalam komitmennya yang bertajuk Program Beasiswa Mizan.

Program Beasiswa Mizan dihadirkan setiap tahunnya untuk masing-masing strata (S1, S2, dan S3). Seleksi berupa proposal tulisan dengan tema ‘Pemikiran Islam’. Tahun 2018 ini, Program Beasiswa Mizan dibuka kembali. Jumlah pelamar yang masuk mencapai 586 proposal dengan rincian 291 proposal S1, 199 proposal S2, dan 96 proposal S3 dari 95 Universitas/Perguruan Tinggi.

Akhirnya, rangkaian Seleksi Beasiswa Mizan tahun 2018 akan menemui puncaknya. Kemarin, 23 Juli 2018, telah dilaksanakan Penjurian Penerima Beasiswa Mizan 2018. Para anggota Dewan Juri (Ahli) dipilih berdasarkan kompetensi dan perhatian mereka dalam dunia edukasi. Mereka secara serius menyeleksi proposal yang masuk dalam kategori longlist.

Dewan Juri (Ahli) tersebut adalah Prof. Komaruddin Hidayat (Mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah) selaku Ketua Dewan Juri dan anggota dewan juri lainnya yaitu Dr. Abdul Moqsith Ghazali (dosen Prodi Tafsir Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Dr. Zainal Abidin Bagir (Dosen di Program Studi Agama dan Lintas Budaya, Sekolah Pascasarjana, UGM), Dr. Yudi Latif (Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia), dan Putut Widjanarko, Ph.D (Vice President Mizan Publika).

“Kesan saya proposal yang masuk memberikan harapan yang cukup besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan terutama ilmu pengetahuan Islam. Karena melalui proposal yang masuk kita mengetahui ada banyak pelajar Islam yang akan memberikan kontribusi cukup besar terhadap perkembangan ilmu-ilmu keislaman,” ujar Moqsith Ghazali.

Yang menarik dari Beasiswa Mizan 2018 ini adalah keberagaman bidang ilmu para pelamar Beasiswa. Mulai dari sosial humaniora hingga ke rumpun ilmu pengetahuan alam. Tidak sedikit dari Mahasiswa yang mengkaji keislaman dari perspektif dan teori yang bermacam-macam. Ditambah juga latar belakang universitas atau perguruan tinggi yang beragam.

“Yang membuat kita bahagia, para peserta yang melamar beasiswa Mizan ini muncul dari berbagai kampus. Bukan saja kampus-kampus mainstream tapi juga kampus-kampus baru. Artinya juga kita melihat bahwa ada kampus-kampus baru yang menumbuhkan optimisme bahwa tradisi ilmiah tidak hanya ada di kampus-kampus mainstream tapi ada di kampus-kampus yang pendatang baru di Indonesia ini,” ujar Yudi Latif.

Hasil dari Penjurian Penerima Beasiswa Mizan 2018 akan diumumkan pada akhir juli.