Masukkan kata kunci Anda

Peluncuran Buku “Di Balik Gerbang: Inspirasi dari Kisah 7 Pendamping Diplomat”

Peluncuran Buku “Di Balik Gerbang: Inspirasi dari Kisah 7 Pendamping Diplomat”

Jakarta – Berbagai cerita dan pengalaman selama mendampingi diplomat yang sedang bertugas menjadi inspirasi dari buku Di Balik Gerbang: Inspirasi dari Kisah 7 Pendamping Diplomat yang diluncurkan Selasa (21/6) di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. Acara peluncuran buku ini dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, CEO Bentang Pustaka Salman Faridi, serta pimpinan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemlu.

“Dalam menulis, yang terpenting adalah memulai dan konsisten dengan apa yang dimulai. Karena semua punya bakat (untuk menulis) tinggal apa kita mau melakukannya atau tidak,” ujar Wamenlu Fachir dalam sambutannya.

Wamenlu Fachir mengungkapkan apresiasi atas diterbitkannya buku “Di Balik Gerbang” dan berharap buku ini dapat diikuti dengan tulisan-tulisan lainnya dari para pendamping diplomat.

Diplomat, menurut Wamenlu Fachir, merupakan suatu profesi yang unik, sebuah pilihan yang harus siap dengan segala konsekuensi. Hal ini ditunjukkan dengan, misalnya, diplomat tidak pernah tahu ke mana akan ditugaskan. Oleh karena itu, penting untuk bisa menyukai dan menikmati tempat penugasan, di mana pun itu. Pengalaman di tempat penugasan dapat menjadi inspirasi dalam menulis.

“Buku ini jadi contoh. Pengalaman adalah sumber yang tak pernah habis untuk menulis. Jika belum merasa mampu menulis, minta orang lain tuliskan,” ujar Wamenlu mendorong para pendamping diplomat yang hadir pada acara peluncuran buku untuk mengabadikan kisah-kisah mereka dalam tulisan.

Di Balik Gerbang ditulis oleh Andis Erawan, Angela Nugroho, Lona Hutapea, Myra Junor, Syifa Fahmi, Tyas Santoso, dan Utami Witjaksono. Ketujuhnya merupakan istri dari diplomat yang berkarir di Kemlu. Melalui buku ini, para penulis ingin menyampaikan kepada para pembaca tentang sisi lain dari diplomasi Indonesia. Sisi lain tersebut diceritakan dari sudut pandang para pendamping diplomat.

Pada talkshow singkat yang diadakan pada peluncuran buku, lima dari tujuh penulis Di Balik Gerbang membagikan cerita-cerita unik mereka sebagai pendamping diplomat. Dua penulis, Andis dan Tyas, masih berada di Kanada dan Ethiopia, namun turut serta dalam acara dengan video yang dikirimkan dari negara masing-masing.

Myra Junor, misalnya, menceritakan dalam buku pengalamannya saat Presiden RI ke-4 Megawati Soekarnoputri, berkunjung ke Pyongyang, tempat suaminya bertugas saat itu. “Presiden inginnya masakan Indonesia, padahal di Pyongyang tidak ada yang jual bahannya. Waktu itu kami ibu-ibu DWP mencari bahan masakan sampai ke Cina (sekarang Tiongkok, -red), perjalanan jauh dan melelahkan,” kenangnya.

Pengalaman berbeda dirasakan oleh Lona Hutapea ketika suaminya ditempatkan di negara yang berbahasa non-Inggris, Jepang dan Prancis. “Ketika saya dengar suami ditempatkan di Paris, saya tidak siap, karena dalam bayangan saya Prancis dengan bahasa dan penduduknya sangat asing. Tapi justru ketika di Paris, saya mampu menulis dua buah buku,” kata Lona yang sebelumnya telah menulis dua buah buku berjudul Paris – C’est Ma Vie dan Voila La France: Paris, Si Kota Cahaya.

Buku Di Balik Gerbang berisikan 48 cerita dari tujuh penulis ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka dan dapat ditemukan di toko-toko buku di seluruh Indonesia. (Infomed/RSA)

 

source: http://kemlu.go.id/id/berita/Pages/peluncuran-buku-di-balik-gerbang.aspx