fbpx

Masukkan kata kunci Anda

Pahlawan nan Sastrawan

Pahlawan nan Sastrawan

Gelar Pahlawan Nasional sejatinya diberikan kepada mereka yang dianggap berjasa dan mengabdikan hidupnya kepada bangsa dan negara. Baik berupa sumbangan pemikiran untuk kemajuan bangsa, ataupun pergerakan melawan penjajah. Terhitung ratusan tokoh nasional telah dianugerahi gelar tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah dan juga memiliki beragam latar belakang.

Sebagian dari mereka rupanya tidak hanya aktif dalam politik atau bergerilya menghadapi musuh, tetapi juga pandai merangkai kata dan menciptakan karya sastra. Beberapa nama di antara mereka bahkan karyanya masih menjadi bacaan favorit hingga saat ini.

Berikut beberapa nama Pahlawan Nasional yang juga dikenal sebagai seorang sastrawan:

  1. Abdul Muis (1886-1959)

Abdul Muis
Sumber: ms.wikipedia.org

Abdul Muis adalah tokoh nasional pertama yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Ia dianugerahi gelar tersebut dua bulan setelah wafat, tepatnya pada tahun 1959. Semasa hidupnya ia dikenal aktif dalam bidang politik dan bergabung dalam organisasi Sarekat Islam.

Selain itu Abdul Muis juga berkecimpung dalam dunia pers. Ia mendirikan harian Kaum Kita di Bandung dan Mimbar Rakyat di Garut. Dalam bidang sastra ia diketahui menciptakan beberapa karya, salah satu karyanya yang dianggap fenomenal dan masih dibaca hingga saat ini adalah novel berjudul Salah Asuhan yang terbit pertama kali di tahun 1928.

  1. Buya Hamka (1908-1981)

Buya Hamka
Sumber: gramedia.com

Abdul Malik Karim Abdullah atau yang dikenal dengan sebutan Buya Hamka adalah tokoh nasional yang baru dianugerahi gelar Pahlawan Nasional di tahun 2011. Sebelum masa kemerdekaan, Hamka merupakan seorang prajurit yang sering bergerilya melawan penjajah di tanah Sumatera.

Nama Hamka mungkin lebih dikenal sebagai ulama karena sumbangan pemikirannya dalam ranah agama Islam. Salah satu sumbangan terbesarnya adalah tafsir Al Qur’an Al Azhar. Namun tak sampai disitu, nama Hamka juga melambung dalam dunia sastra berkat beberapa karyanya yang terkenal seperti novel Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (1938) yang masih terus dibaca hingga saat ini.

  1. Mohammad Yamin (1903-1962)

Mohammad Yamin
Sumber: en.wikipedia.org

Nama Mohammad Yamin cukup dikenal karena dianggap berperan penting dalam perumusan Sumpah Pemuda di tahun 1928, yang mana salah satu butirnya menjunjung bahasa persatuan yakni, bahasa Indonesia. Semasa hidupnya Mohammad Yamin cukup aktif dalam beorganisasi, ia pernah menjadi Ketua Jong Sumatra Bond dan Ketua Indonesia Muda (1928), serta menjadi anggota beberapa organisasi politik lainnya.

Dalam dunia sastra, Mohammad Yamin diketahui pernah menciptakan beberapa karya, seperti kumpulan puisi berjudul Tanah Air (1922) dan Indonesia, Tumpah darah (1928), serta menulis lakon dan beberapa buku sejarah. Mohammad Yamin sendiri dianugerahi gelar Pahlawan Nasional di tahun 1973.

Nama-nama di atas hanyalah sebagian dari para Pahlawan Nasional yang tidak hanya dikenal karena jasa-jasanya terhadap bangsa dan negara, tetapi juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Sekiranya peringatan hari Pahlawan Nasional yang selalu diperingati pada tanggal 10 November setiap tahun, bukan sekedar peringatan semata, namun juga mengingatkan kita untuk selalu mengenang jasa-jasa pahlawan.

Selamat hari Pahlawan Nasional, Sahabat Mizan!

 

Sumber: diolah dari berbagai sumber

 

(Ari)