Pernahkah Anda membayangkan jika kini Anda dapat menonton pementasan wayang melalui telepon selular? Jika belum, maka para mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang akan merealisasikannya untuk Anda.
Para mahasiswa dari Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Fakultas Teknik UNY ini mengembangkan sebuah piranti lunak (software) yang berisikan berbagai seri cerita wayang dan penokohannya. Aplikasi yang tersedia dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia, ini diharapkan dapat menjadi media yang akan mempromosikan dan mengembangkan wayang hingga seluas-luasnya.
“Perangkat lunak yang dinamakan puppet comics mobile itu mengombinasikan perkembangan software aplikasi pada java dan aspek budaya wayang,” jelas Koordinator Tim Program Kreativitas Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Fera Zulkarnain kepada ANTARA.
Setelah melakukan uji coba terhadap sejumlah pengguna, mereka mendapatkan bahwa apresiasi publik kepada software ini cukup tinggi. Tim PKM pun berniat untuk terus mengembangkan piranti lunak ini, khususnya dalam hal interaktivitas agar dapat menghasilkan produk yang lebih baik lagi.
Lebih lanjut lagi Fera menjelaskan bahwa pengembangan puppet comics mobile bukanlah untuk mematikan pentas pewayangan, karena menurutnya kesenian wayang lebih dari sekadar pementasan saja.
“Pelestarian wayang sangat penting dilakukan, karena merupakan budaya asli Indonesia yang penuh dengan unsur nilai kehidupan, dan harus kita banggakan,” tandas Fera, yang mengembangkan piranti lunak ini bersama tiga orang rekannya, Aqimi Dinana, Nafngan Fitriansah, dan Fadli Rozaq.
Aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman java mobile ini menyediakan fitur penokohan, yang akan menjelaskan secara detil tokoh-tokoh pewayangan yang terkait dengan cerita.
Untuk menikmati aplikasi ini, Anda cukup memasukkan file instalasi ke dalam perangkat seluler Anda. Program akan terpasang secara otomatis di telepon dan Anda pun siap untuk berkenalan lebih dekat dengan tokoh-tokoh wayang tersebut. [Tika/Mizan.com, Diolah dari: ANTARA]