Pernahkah Anda berpikir bahwa tanda-tanda yang diberikan tubuh Anda merupakan tanda stres? Perasaan mual dan ingin muntah serta rambut rontok adalah salah satu tanda stres yang diberikan oleh tubuh. Kenyataannya, ada beragam gejala fisik yang disebabkan oleh stres. Beberapa di antaranya tidak biasa. Sayang, terkadang Anda gagal menangkap sinyal tubuh ini dan menganggapnya sebagai suatu hal yang wajar, tanpa pernah mengira bahwa stres-lah penyebabnya.
Nah, apa saja tanda-tanda stres yang diberikan tubuh Anda? Berikut 6 daftarnya.
Rambut rontok
Ada banyak hal yang menyebabkan rambut menjadi rontok, mulai dari persoalan genetis hingga pengobatan. Namun stres juga salah satu di antaranya. Salah satu kondisi yang berhubungan dengan stres yang mendorong terjadinya kerontookan adalah alopecia areata, yaitu sebuah kelainan kekebalan tubuh otomatis dimana sel darah putih menyerang akar rambut dan menyebabkannya rontok. Kondisi lain yang lebih ekstrim yang dipicu oleh stres adalah telogen effluvium, yang menyebabkan kepala kehilangan lebih dari 70 persen rambut. Sayangnya, keadaan ini sulit untuk diidentifikasi sebagai tanda stres karena biasanya terjadi beberapa saat setelah mengalami kejadian yang membuat diri Anda tertekan.
Muntah
Stres dan kecemasan dapat memicu seseorang untuk muntah. Dua hal itu juga menyebabkan terjadinya sebuah kondisi bernama cyclic vomiting syndrome yaitu kondisi ketika seseorang mengalami mual dan muntah dalam suatu periode waktu, yang biasanya terjadi pada waktu yang sama setiap harinya. Untuk mengurangi gejala ini, istirahatlah yang cukup dan jangan lupa minum air yang banyak. Setelah itu, cari cara untuk menenangkan diri dan mengurangi penyebab stres Anda.
Mimisan
Masih terjadi beberapa perdebatan mengenai benarkah mimisan dipicu oleh stres. Namun beberapa studi menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, pasien mengalami mimisan setelah mendapati diri mereka berada dalam situasi yang membuat stres. Dalam artikel di British Medical Journal tahun 2001, penyebabnya bisa jadi karena tekanan darah yang meningkat ketika stres.
Mudah lupa
Jika Anda tidak mampu mengingat detail hal-hal yang baru saja didiskusikan dalam rapat yang menegangkan, itu bisa jadi disebabkan karena hipokampus Anda yang mengalami penyusutan. Stres akut dapat menyebabkan hipokampus, area dalam otak yang mengontrol memori jarak pendek, untuk mengeluarkan hormon stres, cortisol, yang menyebabkan Anda gagal untuk mengingat sesuatu. Menghadapi penyebab stres secara langsung bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk mengembalikan ingatan Anda, tapi tak ada salahnya jika Anda mencatat berbagai hal penting dalam rapat agar stres tidak mempengaruhi performa kerja Anda.
Berkeringat
Ketika stres, orang cenderung mengeluarkan keringat lebih banyak dari biasanya. Namun ada juga orang yang menderita hyperhidrosis, atau kondisi berkeringat yang luar biasa yang biasanya keluar dari telapak tangan dan kaki. Yoga dan bermeditasi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi keringat yang disebabkan oleh stres. Yang lebih penting, jika Anda merasa menderita hyperhidrosis, segera hubungi dokter ahli agar Anda mendapat penanganan dini.
Daya tahan tubuh melemah
Tanda yang paling gamblang diberikan oleh tubuh ketika Anda stres adalah sistem imunitas yang melemah. Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, stres memicu pelepasan catecholemines, hormon yang berfungsi mengatur sitem kekebalan tubuh. Kedua, stres membuat kelenjar timus mengalami penyusutan, padahal kelenjar ini memproduksi sel darah putih yang bertugas untuk melawan infeksi. Cara terbaik untuk menghadapi stres dan meningkatkan kekebalan tubuh Anda adalah dengan berolahraga. [Tika/Mizan.com, Sumber: MNN]