30 tahun Mizan 4th Mizan Online Book Fair
Thursday, 20 June 2013

Kemurahan Hati, Sakralnya Janji & Berharganya Nyawa Yahudi Bagi Muslim

Sumber Foto: indahnya-islaam.blogspot.com"Berikan pertolongan pada orang yang meminta pertolongan padamu, meskipun kau lihat ia mengenakan gelang emas di tangannya." (hadist)

"Ketika itu bulan Ramadhan 1943, desa kami kedatangan sekitar 17 orang dari ibukota Tirana. Kami membagi mereka ke rumah-rumah warga, dan keluargaku menampung tiga bersaudara dari keluarga Lazar. Kami  pun membagi semua yang kami peroleh dari kebun dengan para pengungsi itu," demikian Lime Balla, satu di antara Muslim Albania yang ikut menampung para pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari kejaran Nazi pada Perang Dunia II. Foto dan kisah perempuan yang kini berusia 92 tahun itu dimuat dalam buku Besa, karya fotografer Norman Gershman, yang baru-baru ini diangkat menjadi sebuah film dokumenter.

Demi mewujudkan ajaran Islam tentang menepati janji dan melindungi yang lemah, masyarakat Muslim Albania mempraktikkan Besa -adat kehormatan Albania yang memandang janji/sumpah seseorang sebagai sesuatu yang sakral. Dan Besa, menjadi alasan utama kaum Muslim Albania melindungi para pengungsi Yahudi pada Perang Dunia II. Besa pula, menjadi judul film dokumenter yang mengungkapkan perjuangan mereka menyelamatkan ribuan nyawa dari kekejaman Nazi.

“Kami tak melakukan sesuatu yang istimewa. Itu adalah besa!" demikian ujar Rexhep Hoxha, yang melakukan perjalanan ke Israel demi memenuhi janji ayahnha untuk mengembalikan buku-buku agama milik sebuah keluarga Yahudi yang mereka tampung pada PD II.

Pesan penuh kerendahan hati itu juga ditangkap oleh Norman Gershman, yang mengunjungi banyak keluarga Muslim Albania, para pelindung kaum Yahudi pada era terjadinya Holocaust. Mencoba menapaki kembali jejak kepahlawanan kaum Muslim itu, Gershman menemukan fakta bahwa mereka tidak memandang upaya penyelamatan itu sebagai sesuatu yang istimewa.

Gershman mengutip seorang pria yang ayahnya terlibat dalam upaya melindungi kaum Yahudi, mengatakan, "Apa istimewanya? Setiap orang di Albania akan melakukan hal yang sama. Kami hanya melakukan besa!"

Seorang pria Albania lain bahkan berujar,  “Aku akan memilih putraku tewas ketimbang harus mengingkari besa-ku!"

Gershman mengatakan, “Siapa pun yang membutuhkan pertolongan, kalau mereka mengetuk pintu Anda, maka Anda punya kewajiban mutlak membantu dan menyelamatkan mereka, memelihara mereka, tanpa pandang bulu apakah mereka teman atau musuh Anda."

Film dokumenter Besa, yang diputar Jumat 3 Agustus lalu di San Fransisco, bukanlah yang pertama mengungkapkan tentang era Holocaust yang sampai sekarang masih penuh misteri itu.

Film lain, “Free Man”,  yang dirilis pada 2011,  menapaki jejak kepahlawanan pendiri Masjid Jami Paris dalam menyelamatkan kau.m Yahudi dari Nazi.

Film tersebut lahir hampir lima tahun setelah Robert Satloff, Direktur Washington Institute for Near East Policy, mengungkapkan dalam buku ya yang terbit 2006, "Among the Righteous", kisah masyarakat Arab yang menyelamatkan Yahudi pada era Holocaust.

Satloff menyebut dokumen Kementrian Luar Negeri yang berasal dari tahun 1940, tentang kecurigaan Nazi bahwa masjid itu terlibat dalam upaya perlindungan warga Yahudi. Dokumen itu sendiri ditunjukkan kepada Satloff oleh Imam Masjid Jami Paris, Dalil Boubakeur. [PN/Mizan.com/Dari berbagai sumber]

Search

Mizan.com Customer Care

Layanan pelanggan:

Senin - Jumat
Pukul 09.00-17.00 WIB

021-7865767
cs@mizan.com

Khusus untuk konfirmasi pembayaran bisa melalui:
konfirmasipembayaran@mizan.com

Mizan.com Marketing

Jika Anda berminat melakukan kerja sama dengan kami hubungi:

marketing.olmizan@mizan.com

Agenda

20 Jun 2013
Talkshow bersama Qaisra Shahraz
Penulis novel "Perempuan Terluka" (diterbitkan Mizan) asal Inggris, Qaisra Shahraz akan berada di Ja
05 Jun 2013
Launching dan Bedah Buku
Imania akan mengadakan launching dan bedah buku "Total Bung Karno: Serpihan Sejarah yang Tercecer":
13 - 15 Jun 2013
Karen Armstrong To Indonesia: The Message Of compassion
Karen Armstrong adalah seorang penulis dan komentator terkemuka masalah agama-agama berkebangsaa
22 Mar - 21 Jun 2013
30 Tahun Mizan: 3 Festival, 3 Awards, 3 bulan, 3 kota
3 Festival Festival Film Dunia Islam Mizan Di 3 kampus besar di Bandung selama 3 hari 16-18 Mei 20
08 Apr - 31 May 2013
Lomba Eksperimen Sains "Bentang Pustaka"
  Belajar sains itu boring? masak, sih? Percaya, nggak, kalau bikin eksperimen sains itu s

Kolom Haidar Bagir

Apa Itu Bahagia (3)
Sikap hati yang positif—yang melihat hidup dengan persangkaan baik,yang percaya bahwa manusia diciptakan berbakat bahagia—itulah yang harus kita kembangkan, kita latih, agar menjadi habit kita dalam menjalani kehidupan, dalam melihat atau mempersepsi apa saja yang terjadi dalam kehidupan kita. Ya, kebahagiaan memerlukan latihan.
Apa Itu Bahagia (2)
Kebahagiaan memang bersifat intrinsik, ada di dalam hati kita, bukan ekstrinsik dan tergantung pada pancaroba kejadian dalam kehidupan sehari-hari kita di luarnya.
MizanMag
Islam Indonesia
Copyright © 2013 PT. mizan digital publishing
Kontak Kami| Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan