30 tahun Mizan Diskon 30% all items
Saturday, 18 May 2013

Besa: Film tentang Muslim yang Selamatkan Yahudi dari Nazi

Besa, sebuah film penting yang mencatat fakta sejarah istimewa, baru saja dirilis di San Fransisco, Amerika Serikat. Mengisahkan kepahlawanan sekelompok masyarakat Muslim yang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan kaum Yahudi dari kebrutalan Nazi, film itu diputar untuk pertama kalinya dalam San Francisco Jewish Film Festival.

“(Film ini) merupakan catatan tentang penggal sejarah yang sangat penting," demikian sang sutradara, Rachel Goslins, dalam wawancara dengan CNN Jumat 3 Agustus. “Melihat Muslim sebagai penyelamat penyelamat kaum Yahudi bukanlah kisah yang biasa dimunculkan," imbuhnya.

Film berjudul  lengkap “Besa: The Promise” itu mengisahkan kisah Muslim Albania yang berusaha menyelamatkan kaum Yahudi dalam Perang Dunia II. Selama perang tersebut, masyarakat Albania membuka perbatasan dan pintu-pintu rumah mereka bagi kaum Yahudi yang terlantar, sementara banyak negara di Eropa menolak menampung mereka.  Dan berbeda dengan banyak negara lain di Eropa, masyarakat Albania berhasil melakukan peran penyelamat itu. Tak seorang Yahudi pun diserahkan kepada Nazi sepanjang pendudukan mereka di Albania.

Banyak dipandang sebagai fakta penting dalam sejarah hubungan antaragama, Besa berfokus pada perjalanan dua orang pria. Yang pertama adalah Norman Gershman. Selama  sepuluh tahun terakhir, fotografer Yahudi asal Amerika Serikat ini mendokumentasikan foto-foto Muslim Albania yang berpartisipasi dalam upaya menampung Kaum Yahudi.

Gershman memang terlibat dalam proyek 5 tahun untuk menghormati kepahlawanan Muslim Albania dalam menyelamatkan ribuah kaum Yahudi, baik mereka yang tinggal di Albania maupun yang mengungsi ke negara di kawasan tenggara Eropa itu. Proyek itu bermula di New York, ketika Gershman tertarik mendokumentasikan kaum agamawan non-Yahudi yang ikut membantu menyelamatkan kaum Yahudi selama Holocaust. Gershman takjub menemukan nama-nama Muslim yang belakangan dia ketahui berasal dari Albania.

Tokoh kedua dalam Besa adalah seorang penjaga toko Albania bernama Rexhep Hoxha. Meskipun lahir setelah Perang Dunia II, Hoxha terikat janji dengan mendiang ayahnya. Selama puluhan tahu  Hoxha berupaya mewujudkan sumpah yang diikrarkan sang ayah pada dekade 40-an. Orangtua Hoxha menampung sebuah keluarga Yahudi selama Holocaust. Saat keluarga itu pindah ke Israel, mereka meninggalkan seperangkat buku-buku agama. Keluarga Hoxa berjanji mengembalikan buku-buku itu, pada suatu hari nanti, bila kondisi sudah memungkinkan.

Selain premier di San Fransisco, Besa akan ditayangkan pula di berbagai kawasan di Amerika Serikat selama beberapa pekan mendatang. [PN/Mizan.com/Sumber: www.onislam.net]

Catatan: Berikut ini trailer film Besa: The Promise

Search

Agenda

16 - 18 May 2013
Mizan Muslim World Film Festival
Jangan lewatkan film-film karya sineas Muslim dunia hanya di Mizan Muslim World Film Festival tangga
25 - 26 May 2013
Bentang Street Festival
Ada banyak alasan untuk datang ke Yogyakarta. Salah satunya karena acara "Bentang Street Festival" b
13 - 15 Jun 2013
Karen Armstrong To Indonesia: The Message Of compassion
Karen Armstrong adalah seorang penulis dan komentator terkemuka masalah agama-agama berkebangsaa
22 Mar - 26 Jun 2013
30 Tahun Mizan: 3 Festival, 3 Awards, 3 bulan, 3 kota
3 Festival Festival Film Dunia Islam Mizan Di 3 kampus besar di Bandung selama 3 hari 16-18 Mei 20
08 Apr - 31 May 2013
Lomba Eksperimen Sains "Bentang Pustaka"
  Belajar sains itu boring? masak, sih? Percaya, nggak, kalau bikin eksperimen sains itu s

Kolom Haidar Bagir

Apa Itu Bahagia (3)
Sikap hati yang positif—yang melihat hidup dengan persangkaan baik,yang percaya bahwa manusia diciptakan berbakat bahagia—itulah yang harus kita kembangkan, kita latih, agar menjadi habit kita dalam menjalani kehidupan, dalam melihat atau mempersepsi apa saja yang terjadi dalam kehidupan kita. Ya, kebahagiaan memerlukan latihan.
Apa Itu Bahagia (2)
Kebahagiaan memang bersifat intrinsik, ada di dalam hati kita, bukan ekstrinsik dan tergantung pada pancaroba kejadian dalam kehidupan sehari-hari kita di luarnya.
MizanMag
Islam Indonesia
Copyright © 2013 PT. mizan digital publishing
Kontak Kami| Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan