Besa, sebuah film penting yang mencatat fakta sejarah istimewa, baru saja dirilis di San Fransisco, Amerika Serikat. Mengisahkan kepahlawanan sekelompok masyarakat Muslim yang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan kaum Yahudi dari kebrutalan Nazi, film itu diputar untuk pertama kalinya dalam San Francisco Jewish Film Festival.
“(Film ini) merupakan catatan tentang penggal sejarah yang sangat penting," demikian sang sutradara, Rachel Goslins, dalam wawancara dengan CNN Jumat 3 Agustus. “Melihat Muslim sebagai penyelamat penyelamat kaum Yahudi bukanlah kisah yang biasa dimunculkan," imbuhnya.
Film berjudul lengkap “Besa: The Promise” itu mengisahkan kisah Muslim Albania yang berusaha menyelamatkan kaum Yahudi dalam Perang Dunia II. Selama perang tersebut, masyarakat Albania membuka perbatasan dan pintu-pintu rumah mereka bagi kaum Yahudi yang terlantar, sementara banyak negara di Eropa menolak menampung mereka. Dan berbeda dengan banyak negara lain di Eropa, masyarakat Albania berhasil melakukan peran penyelamat itu. Tak seorang Yahudi pun diserahkan kepada Nazi sepanjang pendudukan mereka di Albania.
Banyak dipandang sebagai fakta penting dalam sejarah hubungan antaragama, Besa berfokus pada perjalanan dua orang pria. Yang pertama adalah Norman Gershman. Selama sepuluh tahun terakhir, fotografer Yahudi asal Amerika Serikat ini mendokumentasikan foto-foto Muslim Albania yang berpartisipasi dalam upaya menampung Kaum Yahudi.
Gershman memang terlibat dalam proyek 5 tahun untuk menghormati kepahlawanan Muslim Albania dalam menyelamatkan ribuah kaum Yahudi, baik mereka yang tinggal di Albania maupun yang mengungsi ke negara di kawasan tenggara Eropa itu. Proyek itu bermula di New York, ketika Gershman tertarik mendokumentasikan kaum agamawan non-Yahudi yang ikut membantu menyelamatkan kaum Yahudi selama Holocaust. Gershman takjub menemukan nama-nama Muslim yang belakangan dia ketahui berasal dari Albania.
Tokoh kedua dalam Besa adalah seorang penjaga toko Albania bernama Rexhep Hoxha. Meskipun lahir setelah Perang Dunia II, Hoxha terikat janji dengan mendiang ayahnya. Selama puluhan tahu Hoxha berupaya mewujudkan sumpah yang diikrarkan sang ayah pada dekade 40-an. Orangtua Hoxha menampung sebuah keluarga Yahudi selama Holocaust. Saat keluarga itu pindah ke Israel, mereka meninggalkan seperangkat buku-buku agama. Keluarga Hoxa berjanji mengembalikan buku-buku itu, pada suatu hari nanti, bila kondisi sudah memungkinkan.
Selain premier di San Fransisco, Besa akan ditayangkan pula di berbagai kawasan di Amerika Serikat selama beberapa pekan mendatang. [PN/Mizan.com/Sumber: www.onislam.net]
Catatan: Berikut ini trailer film Besa: The Promise