Masukkan kata kunci Anda

Mizan Goes To Campus Sambangi IAIN Pontianak

Mizan Goes To Campus Sambangi IAIN Pontianak

Bertepatan dengan diperingatinya Hari Pendidikan Nasional, Mizan Goes To Campus mendatangi salah satu kampus di pulau Kalimantan, yaitu IAIN Pontianak. Berlangsung selama dua hari, MGTC dibuka dengan sambutan Wakil Rektor 1 IAIN Pontianak, Bapak Hermansyah.

Menurutnya, kegiatan ini dapat disinergikan secara berkelanjutan mengingat di IAIN Pontianak sendiri memiliki club menulis yang produktif dalam bidang karya tulis ilmiah.

 “Terlebih tema kegiatan yang sangat menarik dan relevan dengan perkembangan kehidupan beragama di Indonesia saat ini. Sinergisitas yang terjalin diharapkan mampu menopang tujuan perguruan tinggi Islam sebagai basis keislaman yang moderat dan toleran,” tuturnya.

CEO Mizan Wacana, Ahmad Baiquni menyatakan keinginannya untuk terus menjalin kerjasama dalam bidang literasi dengan pihak IAIN Pontianak ke depannya.

Kegiatan ini bertujuan kembali mendekatkan penerbit Mizan dengan para pembacanya, khususnya kalangan perguruan tinggi,” tambahnya.

Hari pertama MGTC IAIN Pontianak diisi dengan workshop menulis otobiografi intelektual “Aku dan Islamku”. Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar career path dengan tema mengenal seluk-beluk dunia penerbitan.

“@mizangoestocampus memberikan warna dalam dunia tulis menulis. Semangatku akan menulis semakin kuat akan adanya @mizangoestocampus,” ujar pemilik akun @khaafidh_nauwir dalam postingannya di instagram.

IMG-20180502-WA0018 IMG-20180502-WA0028

Di hari berikutnya, MGTC menghadirkan diskusi buku Carool Kersten “Berebut Wacana: Pergulatan Wacana Umat Islam Indonesia Era Reformasi” dengan narasumber Dr. H Wajidi Sayidi, M.Ag (Dosen IAIN Pontianak) dan Ahmad Baiquni (CEO Mizan Wacana).

Buku ini membahas tentang wacana-wacana yang ada di Indonesia baik itu politik, pemikiran yang sebagian besar isinya merupakan wacana sejarah dari sebelum era reformasi hingga era reformasi,” jelas Dr. H Wajidi Sayadi.

Sementara itu, Ahmad Baiquni menjelaskan alasan Mizan menerbitkan buku Berebut Wacana  agar para masyarakat dapat mengamati dinamika pergulatan wacana umat Islam di Indonesia dengan seksama. Sehingga sudah ada referensi bacaan untuk membandingkan wacana-wacana yang sudah ada. Menurutnya, bisa jadi masalah yang saat ini tengah terjadi di Indonesia adalah pengaruh, atau bahkan kelanjutan dari wacana-wacana sebelumnya.

IMG-20180503-WA0033