Masukkan kata kunci Anda

Mizan Goes To Campus : Meneroka Negeri Mengarungi Samudra Hikmah

Mizan Goes To Campus : Meneroka Negeri Mengarungi Samudra Hikmah

Mizan merasa perlu memberikan satu program yang khusus didesikasikan pada perguruan tinggi  Islam. Karena Mizan percaya bahwa perguruan tinggi, terlebih IAIN/UIN sampai saat ini masih menjadi benteng moderasi Islam di Indonesia.”

Begitulah salah satu penggalan kalimat yang dilontarkan Vice President Mizan Publika, Putut Widjanarko. Program yang dimaksudkan tak lain adalah Mizan Goes To Campus (MGTC), sebuah acara seminar dan workshop yang khusus hadir di beberapa kampus di Indonesia.

Hingga saat ini, sudah ada lima kampus yang didatangi oleh MGTC. Kampus tersebut diantaranya yaitu IAIN Ponorogo; UIN Ala’uddin, Makassar; UIN Sunan Kalijaga, Yogjakarta; IAIN Surakarta; dan IAIN Tulungagung.

iain surakarta

MGTC di IAIN Surakarta

Di IAIN Surakarta bekerjasama dengan Pusat Kajian Pengembangan Pesantren Nusantara (PKPPN), MGTC mengadakan pelatihan penulisan bagi mahasiswa. Pelatihan ini diikuti oleh 30 mahasiswa dari berbagai jurusan yang dilangsungkan di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta.

Workshop penulisan juga dimentori oleh editor senior dari salah satu unit penerbitan Mizan Group, Bentang Pustaka, yaitu Intan. Hasil dari workshop penulisan ini diharapkan terlahirnya sebuah otobiografi pengalaman keberagamaan generasi millennial. Rekaman ini bisa menjadi sumber informasi yang digunakan oleh generasi millennial yang tak lagi tunggal tetapi sebuah rimba raya yang tak terbatas di dunia virtual.

Kami berharap workshop menulis ini akan meningkatkan skill menulis dan para peserta bisa menemukan gaya tersendiri dalam membuat tulisan.” Jelas Zainal Anwar, Direktur PKPPN yang merupakan dosen di IAIN Surakarta.

Selain workshop penulisan, MGTC juga menggelar acara seminar berupa diskusi buku. Di IAIN Tulungagung bekerjasama dengan Pusat Studi Timur Tengah (PSTT), MGTC membahas tentang salah satu karya Fazlur Rahman yaitu Major Themes of the Qur’an.

wacanamizan_2___Bfcd73dFygv___

MGTC di IAIN Tulungagung

Fazlur Rahman merupakan salah satu pemikir Islam modern yang karya-karyanya masih terus dikaji di berbagai universitas di dunia. Karyanya kemudian diterjemahkan oleh Mizan dengan judul Tema-Tema Pokok Al Qur’an.

Narasumber dalam seminar diskusi ini adalah Dr. Aksin Wijaya, Direktur Pascasarjana IAIN Ponorogo dan Prof. Dr. Mujamil Qomar, Guru Besar Pemikiran Islam IAIN Tulungagung.

Direktur PSTT, M. Khorul Malik, LC, MA, mengapresiasi antusiasme peserta dalam kegiatan Mizan Goes To Campus ini, dalam dua hari mahasiswa disuguhi dengan kegiatan yang sangat posititf dan diharapkan mampu mendorong berkembangnya gairah intelektual di lingkungan mahasiswa.

Tak hanya seminar tentang diskusi buku, MGTC juga menghadirkan seminar tentang seluk beluk dunia penerbitan dan bazaar buku.

Mizan Goes To Campus selanjutnya akan diadakan pada tanggal 28-29 Maret nanti di UIN Raden Intan Lampung dengan tema besar Meneroka Negeri Mengarungi Samudra Hikmah.

Mizan luar biasa! Acara Mizan Goes to Campus menjadi acara yang kita tunggu-tunggu selama ini. Saya berharap Mizan terus concern dengan program seperti ini sehingga berdampak dalam  mendorong dunia kampus untuk maju mengembangkan kultur literasi di era milenial,” ujar Dr. Alamsyah, M. Ag, Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung.

Di UIN Raden Intan Lampung nantinya pada hari pertama akan diisi dengan workshop menulis dan seminar. Workshop menulis yang diadakan bertujuan melahirkan Otobiografi Intelektual dari para mahasiswa, sementara seminar akan membahas tentang Careerpath Penerbitan dengan narasumber Pangestuningsih (CEO Noura Publishing) dan Teguh Affandi (Editor & Cerpenis).

Hari kedua diisi dengan talksow yang bertemakan Menjadi Manusia dengan Sastra. Narasumber terdiri dari Teguh Affandi, Pangestuningsih, dan Udo Z Karzi (Redaktur Fajar Sumatera). Tujuan dari talkshow ini adalah menghidupkan kembali sastra Indonesia di kalangan generasi millennial serta menghadirkan sastra  untuk  “melembutkan” manusia/masyarakat di era “chaos” kemanusiaan saat ini.

Diskusi ini menggali lebih dalam tentang sastra dalam kehidupan manusia. Pengaruh serta keterlibatan sastra dalam kehidupan berbangsa juga menjadi fokus utama dalam diskusi ini. Alasan dari sastra itu sendiri yang perlu dilibatkan dalam kehidupan manusia juga akan dibahas tuntas.

Kata ‘sastra’ sendiri mungkin memiliki jarak untuk sebagian orang. Banyak kesan-kesan yang dimunculkan dari kata ini. Terlebih jika harus dihubungkan dengan generasi millennial yang sarat akan modernitas.

Akan tetapi, terbentuknya sebuah karya sastra, tak bisa lepas dari kemanusiaan. Mereka hadir bak dialektika yang saling mengisi ruang satu sama lain. Di era ‘chaos’ kemanusiaan saat ini, sastra ibarat salah satu medium yang mampu mengatasi ke-“chaos”-an tersebut. Lalu bagaimana sastra hadir menjadi pengentas chaos kemanusiaan saat ini? Semua akan dikupas satu per satu melalui diskusi yang akan hadir di MGTC.

Untuk informasi tentang Mizan Goes To Campus dapat di akses pada http://www.mizan.com/mizan-goes-to-campus/ atau melalui kanal media sosial instagram @mizangoestocampus