Masukkan kata kunci Anda

Merayakan Hari Buku Anak Internasional dengan KBN di Bologna

Merayakan Hari Buku Anak Internasional dengan KBN di Bologna

Hari ini, tanggal 2 April merupakan perayaan Hari Buku Anak Internasional. Tanggal ini dipilih untuk menandai hari kelahiran penulis cerita anak yang namanya telah mendunia, yaitu Hans Christian Andersen. Sastarawan ini telah melahirkan banyak karya yang ceritanya tak asing di telinga kita, seperti The Little Mermaid dan Gadis Penjual Korek Api.

Tujuan diadakannya Hari Buku Anak Internasional adalah untuk mendorong minat baca anak sejak dini. Cara terbaik untuk mendorong perkembangan pembelajaran anak adalah dengan membaca. Oleh karena itu, membantu mengenalkan bacaan pada anak-anak adalah tugas semua orang.

Hal ini juga disadari oleh Komite Buku Nasional (KBN) untuk membawa cerita-cerita anak Indonesia ke kancah dunia internasional. KBN menjadi salah satu partisipan yang mewakili Indonesia mengisi stand pameran buku anak terbesar di dunia, Bologna Children’s Book Fair 2018 yang digelar pada 26-28 Maret 2018 lalu.

Dilansir dari Liputan6.com, stan yang berbentuk panjang melengkung dengan gradasi warna biru ini terinspirasi dari garis pantai Indonesia yang terpanjang nomor 4 di dunia. Tak hanya stan, tema yang dibawa yaitu “17.000 Islands of Imagination” pun menggambarkan rupa keberagaman Indonesia. Hal ini ditampilkan dengan beragam buku anak-anak dengan banyak kategori, mulai dari dongeng, cerita rakyat, seni tradisi, buku-buku fantasi, hingga buku religi dan pengembangan karakter.

“Kami berharap mereka juga mau menerbitkan buku-buku kita ke dalam bahasanya masing-masing, sehingga buku anak-anak Indonesia dan kekayaan cerita rakyat Indonesia dapat dikenal di dunia internasional,” ungkap Siti Gretiani, Kordinator Promosi Literasi dari Komite Buku Nasional

Sejalan dengan hal itu, Ketua Komite Buku Nasional, Laura Bangun Prinsloo meyakini bahwa buku anak memiliki market share terbesar di dunia sehingga kehadiran Indonesia di Bologna Children’s Book Fair, menjadi langkah penting untuk terus mempromosikan buku-buku Indonesia menuju Market Focus London Book Fair 2019.

“Indonesia juga punya ilustrator-ilustrator hebat yang memang sudah mendunia dan kita secara konsisten terus mempromosikan mereka juga,” ujar Laura.

Untuk menarik pengunjung ke stan Indonesia, setiap hari diadakan demo ilustrasi yang dilakukan oleh EoRG, Lyly Young dan Dewi Tri K. Selain demo ilustrasi, diadakan juga storytelling bersama penulis buku anak Ary Nilandari. Acara dilanjutkan juga dengan happy hour, dimana Komite Buku Nasional telah mengundang para penerbit dan literary agent asing. Pada hari ketiga di Illustrators Café, Riama Maslan Sihombing membahas tentang sejarah ilustasi dan desain buku anak Indonesia.

Semoga melalui partisipasi dalam berbagai pameran buku dunia, Indonesia secara konsisten mengampanyekan literasi karya anak bangsa, ya!