Masukkan kata kunci Anda

Mengikat Makna, Melepas Kepergian: Kenangan Sahabat dan Murid Hernowo Hasim

Mengikat Makna, Melepas Kepergian: Kenangan Sahabat dan Murid Hernowo Hasim

“Saya ingin buku ciptaan saya yang ke-35 merupakan buku yang benar-benar mencerminkan diri saya dan telah menjadi bagian dari sejarah hidup saya.” – (alm.) Hernowo Hasim.

Itulah yang ia ungkapkan dalam tulisan pembuka bukunya yang berjudul ‘Mengikat Makna Update’. Meskipun beliau kini telah tiada, namun warisan pemikirannya dalam dunia literasi tidak akan punah begitu saja. Buah pikirnya akan terus menjadi batu tapak untuk membuka jalan buah pikir para pembaca atau penulis lainnya.

Baginya, memperoleh makna untuk seseorang yang ingin menjalankan kegiatan membaca dan menulis adalah hal yang penting. Dan hal ini juga penting untuk kita ingat. Ketika kita membaca, kita berharap bahwa pengetahuan kita bertambah dan pemikiran kita diperluas dan dikembangkan. Begitu pula ketika menulis, pikiran kita akan mengembara, menjalar kemana-mana, yang kemudian terkumpul sebuah pemahaman akan sesuatu yang ingin kita tulis.

Berdasarkan hal ini, Mas Her – sapaan akrab dari Hernowo Hasim – berpesan:

  • Petiklah manfaat ketika Anda membaca dan menulis!
  • Tunjukkan manfaat konkret ketika Anda membaca dan menulis!
  • Rasakanlah manfaat langsung dan nyata selama Anda membaca dan menulis!

Itulah secuil pesan beliau dalam perhatiannya terhadap dunia literasi Indonesia. Baginya, membaca dan menulis bisa diupayakan agar menjadi kegiatan menyenangkan  yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anda.

Bagaimana kita tahu seberapa besar pengaruh seorang Hernowo Hasim pada dunia literasi?

Bagaimana kita tahu bahwa setiap buah pikir yang ia tulis dalam bukunya benar menginspirasi seseorang dalam membaca maupun menulis?

Semua bisa terjawab dengan buku yang berjudul ‘Mengikat Makna Selamanya’. Sebuah buku yang secara sengaja disusun oleh mereka yang telah melepas kepergiannya.

Dia monumen tentang keharusan manusia tak berhenti belajar, dia monumen tentang ketakterbatasan potensi manusia, dan dia monumen passion (cinta) kepada ilmu kebijaksanaan, dan gairah untuk menolong sesama.” – Haidar Bagir

Pejuang literasi sejati yang menulis dan berbagi sampai titik kata dan napas penghabisan.” – Bambang Trim

Beliau tidak pernah mengkritik tulisan karena sejatinya tulisan adalah karakter individu.” – Iwan Yuswandi

Buku ini adalah e-book yang berisi tentang kenangan dan kesan sejumlah sahabat dan murid dari Mas Her. Buku ini bisa di download secara gratis di sini. Semoga kenangan dan kesan yang telah di tumpahkan para sahabat dan murid Mas Her, menjadi jalan pengiring amal ibadahnya.