Masukkan kata kunci Anda

Melting Pot Pencipta dan Pecinta Karya: Ubud Writers & Readers Festival

Melting Pot Pencipta dan Pecinta Karya: Ubud Writers & Readers Festival

Festival sastra tidak hanya berupa perayaan, tapi juga suatu wadah berkumpulnya gagasan ide dan perhatian akan isu-isu yang tengah terjadi di masyarakat. Festival yang secara konsisten diselanggarakan, bisa menjadi ziarah tahunan bagi para penikmatnya. Salah satunya yaitu Ubud Writers & Readers Festival (UWRF).

UWRF pertama kali diselenggarakan pada tahun 2004. Hingga kini, UWRF berkembang menjadi salah satu festival sastra yang paling diminati di Asia Tenggara. Misi besarnya yaitu untuk menjadi festival berskala internasional yang merayakan pemikiran, ide, serta isu-isu global.

UWRF  ini pertama kali dicetuskan oleh Janet DeNeefe, Pendiri Yayasan Mudra Swari Saraswati, sebagai proyek penyembuhan dalam menanggapi tragedi bom Bali pertama. Berawal dari sini, UWRF menjadi sebuah melting pot para pencipta dan pecinta karya lintas-budaya untuk berdiskusi dan bertukar dialog.

Dari tanggal 24 hingga 28 Oktober 2018, selama lima hari para penulis Indonesia dan Internasional di pertemukan. Acara akan diisi dengan diskusi, workshop, film, hingga pameran seni. Diantara keenambelas pembicara yang berlatarbelakang budaya yang beragam – dari Makassar hingga Nigeria, Jakarta hingga India – terdapat dua penulis yang akrab kita kenal, yaitu Dee Lestari dan Haidar Bagir. Kedua penulis tersebut berasal dari Mizan Group.

 

Dewi Lestari, lebih dikenal dengan nama penanya Dee Lestari, adalah salah satu pelopor sastra modern Indonesia. Dee mengawali karirnya di industri musik sebagai seorang penyanyi dan penulis lagu. Sebagai seorang penulis, ia telah menerbitkan sembilan buku, termasuk seri Supernova yang sangat populer. Buku terakhirnya, Aroma Karsa, telah diterbitkan awal tahun ini.

 

 

 

 

Haidar Bagir adalah seorang pengusaha, filantrofis, penulis, pengajar, dan Presiden Direktur dari Mizan Group. Buku terakhirnya berjudul Islam: The Faith of Love and Happiness dipublikasikan oleh Kube Publishing. Mizan merupakan salah satu penerbitan terbesar di Indonesia, dan telah menerima beberapa penghargaan atas produksi filmnya termasuk Laskar Pelangi, Garuda di Dadaku, dan 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta.