Masukkan kata kunci Anda

Kisah Guru Sekolah dan Bisnis 400 Miliar Dolar yang Mendunia

Kisah Guru Sekolah dan Bisnis 400 Miliar Dolar yang Mendunia

Porter Erisman, Vice President Alibaba 2000-2008, khusus datang ke Indonesia untuk meluncurkan buku dan berbagi pengalaman jatuh-bangunnya Alibaba dalam sebuah seminar bertajuk Winning The Fierce Competition in the E-Commerce World: The Alibaba Story, How a Schoolteacher Built a $400 Billion Business from His Apartment. Acara yang diselenggarakan oleh Noura Publishing ini berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta.

Porter Erisman memaparkan tentang trend global e-commerce, pengalamannya sebagai “orang dalam” Alibaba dan bagaimana dia bersentuhan langsung dengan Jack Ma, pendiri dan chairman Alibaba groups. Ia bukan hanya menyaksikan, tetapi juga terlibat langsung dalam jatuh-bangunnya Alibaba, perusahaan yang bermula dari sebuah apartemen kecil di Hangzhou, China, yang berkembang menjadi perusahaan internet global dengan lebih dari 450 juta pengguna. Porter juga memberi tips dan trik kepada hadirin yang hadir, bagaimana berbisnis online yang tepat.

 

Porter bukan hanya berbagi tentang kesuksesan Alibaba, tapi juga kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh Alibaba. Hal ini diungkapkan dalam buku yang ia tulis, Alibaba’s World: Perjalanan Luar Biasa Jack Ma Membangun Perusahaan E-Commerce Terbesar di Dunia, yang edisi bahasanya diterbitkan oleh Noura Publishing. “Tujuan saya menulis buku Alibaba’s World adalah untuk mengedukasi sekaligus menginspirasi. Saya berharap para pengusaha dan pengejar mimpi yang membaca buku ini dapat belajar dari berbagai keberhasilan dan kesalahan Alibaba. Dan saya juga berharap, para pembaca mendapatkan gambaran dari kisah Alibaba untuk memahami bagaimana situasi peralihan ketika Internet membawa China untuk berhadap-hadapan langsung dengan Dunia Barat,” tutur Porter.

Buku setebal 320 halaman ini bisa dibilang sebagai diary Porter bersama Jack Ma dan Alibaba. Porter menulis berdasar arsip video berdurasi total 200 jam yang ia kumpulkan saat mempersiapkan film dokumenter , Crocodile in the Yangtze.

 

Selain Porter Erisman hadir juga Wahyu Dhyatmika, editor in chief Tempo.co, sebagai pembicara. Alumnus Jurusan Komunikasi FISIP Unair dan Harvard University AS ini berkisah tentang perjalanannya dalam mengembangkan Tempointeraktif yang meraih juara kedua Asia untuk kategori infografis terbaik di Velvet Underground. Selain itu, Wahyu juga memaparkan bagaimana Alibaba dan pengaruhnya dalam bisnis digital di Indonesia.

 

Acara seminar ini merupakan salah satu rangkaian acara peluncuran & diskusi buku Alibaba’s World. Selama dua hari, 4-5 Maret 2019, Porter juga memberikan kuliah umum di dua kampus, PPM Manajemen dan Universitas Paramadina, serta diskusi di Kementerian Perdagangan. []