Masukkan kata kunci Anda

Kemauan dalam Mengambil Peluang: Beasiswa Mizan 2018 Masih Dibuka!

Kemauan dalam Mengambil Peluang: Beasiswa Mizan 2018 Masih Dibuka!

Masih dalam semarak kebahagiaan 35 tahun Mizan. Bertepatan tanggal 8 Maret lalu, kami mendapat kabar bahwa Direktur Utama kami, Haidar Bagir, menerima penghargaan International Global Business and Interfaith Peace Award. Tak hanya itu, kami juga berkeinginan untuk berbagi kebahagiaan dengan para calon cendikia bangsa.

Saat ini, Mizan tengah membuka kembali beasiswa untuk para mahasiswa S1, S2, serta S3. Beasiswa ini diperuntukkan kepada para mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi akhirnya berupa skripsi, tesis, atau disertasi. Tak hanya mendapatkan beasiswa, hasil karya tulis yang terpilih juga memiliki kesempatan untuk diterbitkan.

Black-and-white image of student in graduation hat and eyeglasses looking at camera on background of chalkboard

“Kita tahu Indonesia mengalami krisis literasi kepustakaan yang sangat parah. Dari segi minat baca kita nomor dua terbawah dari sekitar 60-an negara,” ucap Zainal Abidin Bagir, Direktur Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) usai proses penjurian beasiswa Mizan tahun 2017 lalu. “Nah oleh karena itu, saya kira merawat tradisi penulisan, tradisi penelitian, penalaran-penalaran panjang, narasi-narasi panjang, itu sangat penting menjaga nalar publik kita dan nalar ilmiah kita,” lanjutnya.

Sependapat dengan hal tersebut, Mizan bertujuan untuk meningkatkan semangat menulis baik dari segi kreatifitas maupun segi kualitas. Tak berhenti di situ, kami juga bertujuan untuk meningkatkan semangat membaca dengan menerbitkan karya-karya yang telah dipilih. Dengan hal ini khalayak umum juga bisa menikmati buah pemikiran dari para calon cendikia bangsa.

“Tujuan beasiswa ini bisa tercapai dalam dua hal, pertama dalam meningkatkan kemampuan akademik, kemampuan melakukan penelitian di kalangan para pelajar kita, para mahasiswa kita baik S1, S2, dan S3, tapi juga yang kedua bahwa karya-karya ini bisa dinikmati secara lebih luas oleh lingkungan masyarakat kita,” ujar Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah yang merupakan salah satu juri beasiswa Mizan 2017.

Dua juri lainnya, Yudi Latief, Ph.D, Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) dan Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah memiliki harapan besar pada para mahasiswa Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam kesempatan ini, khususnya bagi mereka yang berada di luar pulau Jawa. Alasan keterbatasan akses dan jaringan bukan lagi penghalang di era globalisasi ini.

Saat ini, kesempatan masih terbuka lebar untuk kalian para mahasiswa Indonesia. Kesuksesan tak berhenti pada kemampuan, tapi juga kemauan untuk mengambil peluang.

Pengumpulan proposal Beasiswa Mizan tahun 2018  diperpanjang hingga tanggal 30 April 2018. Untuk syarat dan ketentuan dapat dilihat di http://www.mizan.com/beasiswa-mizan-2018/