Oleh: Dudung Ridwan* Masyarakat kita senang berakronim—romantis (rokok, makan, tidur gratis; gatot (gagal total). Wartawan kita juga senang berakronim—markus (makelar kasus); cakus (calo tikus). Lembaga-lembaga pemerintahan memiliki akronim untuk namanya: Kemenkes (Kementrian Kesehatan, Bappena...
MoreOleh: Dudung Ridwan* Agus R. Sarjono dalam sebuah diskusi bahasa Indonesia menyebutkan bahwa kamus bahasa Indonesia terlalu tipis untuk disebut sebagai sebuah kamus. Ketipisan kamus bahasa Indonesia menunjukkan miskinnya kosakata dalam bahasa Indonesia. Seorang penyair atau penerjemah sering me...
MoreSebanyak 169 bahasa etnik di kawasan Indonesia Timur, terancam punah. Bahasa-bahasa tersebut kini hanya dituturkan sekitar 500 orang penutur, dan berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. “Penuturnya kurang dari 1.000 maka masuk golongan bahasa yang terancam punah karena kalau orang yang menguca...
MoreCatatan Dudung Ridwan* dari Lokakarya Bahasa “Menata Kata, Menyunting Bahasa” Putut Widjanarko—ketika itu menjadi CEO Penerbit Mizan—suatu saat menunjukkan sebuah majalah internasional, Time. Cover story majalah tersebut bercerita tentang perekonomian di Thailand. Di sampul depannya tampak ...
MoreOleh: Dudung Ridwan* Sebagai penyunting bahasa, yang setiap hari membaca naskah, saya sering risau jika menemui kata “kau”. Apakah kata “kau” harus ditulis terpisah atau disambung dengan kata yang menyertainya? Tampaknya persoalan itu sederhana: soal dipisah atau disambung. Tapi, nyatanya tidak...
MoreOleh: Dudung Ridwan** Ketika pesawat Sukhoi Super Jet 100 menabrak tebing di Gunung Salak, tak lama setelah itu kata “evakuasi” memenuhi media-media kita. Tim SAR fokus melakukan evakuasi kepada para korban. Kata “evakuasi” mendadak terdengar akrab di telinga. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia...
MoreKebutuhan manusia akan energi tidak akan pernah berkurang, tapi terus bertambah. Sementara itu, energi yang kita gunakan sekarang ini sebagian besar adalah energi tak terbarukan, yang akan habis suatu saat nanti. Untuk mengatasi permasalahan itu, para ilmuwan di seluruh dunia mencurahkan kepandaian ...
MoreOleh: Dudung Ridwan* Saya punya teman seorang juru tik andal. Cara mengetiknya dengan sebelas jari, cepat, teliti, dan jarang melakukan kesalahan tik. Satu kelemahan kawan saya itu: ia ”alergi” dengan huruf f dan v. Jadi, saya mesti berhati-hati memeriksa kata yang mengandung f dan v. Hur...
MoreBahasa dibutuhkan manusia untuk bisa berkomunikasi dengan manusia lainnya. Namun di saat-saat tertentu, bahasa-bahasa lisan seperti yang acap kali kita gunakan tidak bisa digunakan karena alasan-alasan tertentu. Ketika itu, manusia dengan cerdiknya menciptakan bahasa-bahasa baru yang berisikan isyar...
More