Hubungi Kami
Phone: (62-21) 75910212
Fax: (62-21) 75915759
Email: info@mizan.com

 

  Home About Us Ekuator E-Magazine Buku Laris Buku Baru Contact us
Cari:     pada     
 
bag_atas.html
       >>  Katalog
       >>  Newsletter
       >>  Audio Files
       >>  Video Files
       >>  E-books
       >>  Nukilan
 
Mizan Golden Globe Awards
  Edisi 1 Desember 2007
 Pemred: Hernowo
 >>  Artikel Lainnya

Penghargaan bagi 1000 Guru

Markplus Forum Berkunjung ke Mizan

Antara Laskar Pelangi dan Layar Kaca

Spirit Iqra'

Tentang "Writer's Block"

Mereka Bilang Aku Kafir

Pelatihan Shalat Tahajjud

Di Balik Sukses Laskar Pelangi

Laskar Pelangi yang Fenomenal

Rubrik Baca Tulis Hernowo

Rubrik Plong Hernowo

Kunjungan Imam Masjid Al-Farah New York-Feisal Abdul Rauf ke Indonesia
 >>  Newsletter
Masukkan email Anda guna mendapatkan berita terbaru Ekuator e-Magazine untuk setiap edisi terbarunya.

 
 >>  Arsip tahun 2007
Pilih Edisi:
 
 >>  Arsip per tahun:
2007 | 2008 | 2009 | 2010
Untitled Document

Antara Laskar Pelangi dan Layar Kaca

"Apakah Mizan membayar ketika Andrea Hirata muncul di acara Kick Andy?" tanya seorang peserta pelatihan penulisan di Jakarta, beberapa waktu lalu. Sebuah pertanyaan yang lumrah, sebab munculnya Andrea Hirata di acara Kick Andy, Metro TV, 4 Oktober 2007 lalu, telah membuat novel Laskar Pelangi makin dikenal oleh masyarakat luas. Novel yang awalnya memang sudah best seller tersebut, mengalami peningkatan penjualan sebesar 200 persen sejak ditayangkan di acara Kick Andy (data dari Penerbit Bentang, 2007).

Tidak seperti diduga sebagian orang, Mizan tidak membayar biaya apapun untuk penayangan profil Andrea Hirata di acara Kick Andy. Yang jelas, produk bagus akan tercium ke mana-mana, menggerakkan banyak orang untuk menyukainya atas kesadaran mereka sendiri. Rasa cinta seperti itu pulalah yang - barangkali - menggerakkan pihak Metro TV dan tim Kick Andy untuk menghadirkan sosok Andrea Hirata di layar kaca.

Dan layar kaca memang sangat ampuh untuk mempromosikan apapun. Ketika Oprah Winfrey menyelenggarakan sesi Oprah's Book Club pada acara talk show yang dipandunya, buku-buku yang ia ulas pun segera mengalami peningkatan penjualan yang sangat signifikan. Deep End of the Ocean karya Jacquelyn Mitchard adalah buku pertama yang ditampilkan. Sebelum muncul di Oprah Winfrey, buku ini hanya terjual sebanyak 100 ribu eksemplar. Sekitar dua bulan sejak ditayangkan, penjualannya menembus angka 850 ribu eksemplar. Buku lainnya, SOng of Solomon karya Tom Morrison, awalnya hanya terjual 375 ribu eksemplar. Setelah muncul di Oprah Winfrey, penjualannya meningkat hingga 895 eksemplar.

Walau televisi sering dituduh sebagai biang penyebab menurunnya minat baca masyarakat, namun kotak ajaib yang satu ini ternyata bisa bersinergi untuk menunjang promosi sebuah buku. Novel Laskar Pelangi misalnya, telah menjadi best seller sejak awal terbitannya. Menurut data dari Penerbit Bentang, Laskar Pelangi sudah masuk cetakan ke-14. Dan acara Kick Andy berperan seperti sebuah gong yang membuat gaung Laskar Pelangi semakin keras. Para penonton televisi yang belum pernah membaca/mendengar novel ini pun tergerak untuk membacanya.

Dari fakta di atas, tidak salah bila kita mengharapkan peran yang lebih besar dari industri televisi untuk menunjang dunia perbukuan Indonesia. Bila selama ini kita mengeluh tentang rendahnya minat baca masyarakat, siapa tahu layar kaca justru bisa menghadirkan solusi jitu. Yang dibutuhkan saat ini adalah kesadaran dan komitmen industri televisi kita untuk berpihak pada dunia perbukuan dan peningkatan minat baca masyarakat.

(tim mizan.com)
Sumber foto: Kickandy.com

 

Copyright © 2007 Mizan Publishing House -- Designed  and developed by  PT.Global e-Solusi  
4286437 pengunjung hingga saat ini