|
Bagaimana Membangkitkan Gairah M
Bagaimana Membangkitkan Gairah Menulis
Assalamu’alaikum, Pak Hernowo.
Saya ingin berkonsultasi mengenai tulis-menulis. Manakah yang paling mudah,
menulis menggunakan mind mapping atau menulis dengan memanfaatkan teknik
menulis bebas. Saya sudah mencoba mempelajari buku-buku yang Pak Hernowo tulis.
Namun, kenapa ya gairah untuk menulis masih belum muncul juga. Bagaimana
kira-kira saran bapak. Terima kasih.
Wa’alaikum
salam.
Pertama, soal menggunakan mind mapping dan menulis bebas,
mana yang paling mudah? Mind mapping itu bertujuan untuk mengembangkan
ide atau gagasan awal. Caranya adalah dengan menjalankan mind mapping
secara spontan (lebih bertumpu pada otak kanan ketimbang otak kiri). Diharapkan,
dengan cara begitu, dari dalam diri kita kemudian dapat muncul ide-ide yang
tidak biasa.
Memang, untuk dapat mencapai keadaan yang ideal, kita perlu membiasakan diri
melatih penggunaan mind mapping itu berkali-kali. Cobalah berusaha keras
untuk memnyediakan waktu, misalnya setiap pagi, sekitar 15 hingga 30 menit,
untuk menggunakan mind mapping. Ambil saja sebarang kata yang mewakili
benda-benda di sekitar Anda. Misalnya, kursi, meja, jendela, pintu, potret, dst.
Letakkan salah satu kata itu di tengah-tengah persis di selembar kertas putih
ukuran HVS, yang posisinya landscape.
Lantas tarik garis ke kiri—dari kata yang diletakkan di tengah itu—dan bubuhkan
satu kata di atas garis itu secara spontan. Kata apa saja—dan usahakan untuk
tidak terlalu memikirkan (memusingkan)-nya. Setelah itu, tarik garis ke kanan
dan lakukan persis sama dengan kegiatan pertama. Lewat kegiatan membuat mind
mapping, Anda akan diberi pilihan dalam bentuk ”peta”—peta tentang apa saja
yang ada di dalam pikiran Anda terkait dengan sebuah kata yang Anda pilih dan
telah Anda letakkan di tengah-tengah selembar kertas. Tentu, setelah dipetakan,
ide perlu dirumuskan (dituliskan). Ini tahap berikutnya setelah selesai membuat
mind mapping.
Intermezo
1: Setiap kali saya memanfaatkan teknik mind mapping untuk mengawali
kegiatan menulis, saya senantiasa berhasil memmunculkan gairah saya menulis. Hal
ini dikarenakan teknik mind mapping ini senantiasa membantu saya
mengeluarkan sesuatu yang baru dan original dari dalam diri saya.
Seakan-akan, ketika saya menggunakan mind mapping, seluruh isi otak saya
dikocok dan kemudian dibuat bergetar secara hebat. Bahkan, yang saya rasakan,
relung-relung terjauh otak saya kemudian mampu menunjukkan hal-hal yang saya
simpan lama dan kadang mengejutkan saya. Ibaratnya, otak memasok saya dengan
hal-hal yang selama ini saya sembunyikan dan tidak berani saya keluarkan.
Bayangkan, setiap kali menulis, saya seperti merumuskan hal baru dan mengolah
hal-hal yang sama sekali tidak saya duga. Ini, sekali lagi, berkat mind
mapping.
Nah, ada kemungkinan, Anda menjadi seperti tidak memiliki gairah menulis
dikarenakan yang Anda tulis senantiasa tidak baru, tidak segar, dan tidak
memberikan kejutan kepada Anda. Selayaknyalah teknik mind mapping dapat
mengubah keadaan Anda yang tidak menguntungkan tersebut.
Menulis bebas adalah teknik menulis yang intinya seperti berbicara (saya
mengikuti gagasan Peter Elbow) ketika kita ingin menyampaikan sesuatu. Jadi,
ketika kita menulis bebas, pikiran kita tidak boleh mengedit (mengoreksi) dan
yang kita tulis, tentulah, apa saja yang terlintas di kepala. Akan bagus jika
kegiatan menulis bebas ini diawali dengan bertanya secara tajam kepada diri kita
sendiri. Contoh: “Apa yang akan kutulis hari ini?” atau “Aku akan menulis
makalah tentang administrasi kepegawaian, apa yang kupunya?” lantas disambung
pertanyaan, ”Jika aku punya sesuatu, menarikkah yang kupunya itu bagiku?” Lalu
Anda mengeluarkan apa saja (mungkin dengan menjawab pertanyaan Anda). Saat
selesai megeluarkan sesuatu secara tertulis, Anda—sekali lagi—harus berupaya
keras untuk tidak membaca (mengedit atau mengoreksi) yang Anda tulis. Biarkan
saja. Keluarkan saja sehingga semua bahan di dalam diri Anda habis tak tersisa.
Kemudian, endapkan sehari, dan besuk baru dibuka (dibaca lagi).
Intermezo
2: Setiap kali saya berlatih menulis bebas, saya merasakan sekali bahwa
teknik menulis bebas ini dapat membantu saya mengeluarkan apa saja secara tuntas
dan dalam. Di samping itu, menulis bebas juga dapat mengatasi keraguan dan
ketidakpercayaan diri ketika saya mengawali kegiatan menulis. Menulis bebas
memberikan paradigma-baru menulis kepada saya, yaitu bahwa ketika mengawali
menulis, saya sesungguhnya sedang berada sendirian di muka bumi. Menulis bebas
ibarat mengendarai mobil di jalan yang bebas hambatan. Dan apa yang diberikan
oleh menulis bebas kepada diri saya? Rasa lega atau plong! Hal ini dikarenakan
seluruh beban seakan-akan berhasil saya keluarkan.
Nah, ada kemungkinan Anda tidak bergairah menulis meskipun sudah menggunakan
teknik menulis bebas karena Anda masih terbebani ketika menggunakan teknik
tersebut. Selayaknya, di samping materi penting yang mungkin perlu Anda
keluarkan secara bebas ketika menulis bebas, Anda tampaknya juga perlu
mengeluarkan beban-beban yang menindih Anda.
Lebih mudah mana? Bergantung kondisi Anda. Saya kadang menggunakan keduanya
berselang-seling. Yang penting, Anda harus mencoba keduanya berkali-kali dulu
dan merasakan mana yang lebih enak dan lebih mudah menurut Anda. Andalah yang
memilih dan kemudian menentukan karena Anda yang akan menjalankannya.
Gairah atau hasrat itu hanya bisa muncul dari dalam diri Anda. Di samping
mencermati ”intermezo” saya di atas, cobalah juga menggunakan AMBAK: Salam.[]
|