Hubungi Kami
Phone: (62-21) 75910212
Fax: (62-21) 75915759
Email: info@mizan.com

 

  Home About Us Ekuator E-Magazine Buku Laris Buku Baru Contact us
Cari:     pada     
 
bag_atas.html
       >>  Katalog
       >>  Newsletter
       >>  Audio Files
       >>  Video Files
       >>  E-books
       >>  Nukilan
 
Mizan Golden Globe Awards
  Edisi 15 Juli 2010
 Pemred: Hernowo
 >>  Artikel Lainnya

"Mizan Digital Publishing": Experiencing New Mizan!

"Mizan Digital Publishing" di Pesta Buku Jakarta 2010

Laris Karena "Gue Banget": Kebangkitan Penulis Cilik di Indonesia?

Perkembangan Buku Anak-Anak di Iran: Hari Ketiga Pameran Buku di Teheran

Cinta di Simpang Jalan

Penerbit Mizan dan Nestle-Dancow Membuat Buku untuk Anak

Program Digital Publishing Kelompok Mizan

Seminar "Guruku Teladanku" di Pondok Pesantren Baiturrohman

Bagaimana Membuat Indeks-Buku yang Baik?

Bagaimana Membangkitkan Gairah Menulis
 >>  Newsletter
Masukkan email Anda guna mendapatkan berita terbaru Ekuator e-Magazine untuk setiap edisi terbarunya.

 
 >>  Arsip tahun 2010
Pilih Edisi:
 
 >>  Arsip per tahun:
2007 | 2008 | 2009 | 2010
Bagaimana Membangkitkan Gairah M

Bagaimana Membangkitkan Gairah Menulis

Assalamu’alaikum, Pak Hernowo.
Saya ingin berkonsultasi mengenai tulis-menulis. Manakah yang paling mudah, menulis menggunakan mind mapping atau menulis dengan memanfaatkan teknik menulis bebas. Saya sudah mencoba mempelajari buku-buku yang Pak Hernowo tulis. Namun, kenapa ya gairah untuk menulis masih belum muncul juga. Bagaimana kira-kira saran bapak. Terima kasih.


Wa’alaikum salam.
Pertama, soal menggunakan mind mapping dan menulis bebas, mana yang paling mudah? Mind mapping itu bertujuan untuk mengembangkan ide atau gagasan awal. Caranya adalah dengan menjalankan mind mapping secara spontan (lebih bertumpu pada otak kanan ketimbang otak kiri). Diharapkan, dengan cara begitu, dari dalam diri kita kemudian dapat muncul ide-ide yang tidak biasa.

Memang, untuk dapat mencapai keadaan yang ideal, kita perlu membiasakan diri melatih penggunaan mind mapping itu berkali-kali. Cobalah berusaha keras untuk memnyediakan waktu, misalnya setiap pagi, sekitar 15 hingga 30 menit, untuk menggunakan mind mapping. Ambil saja sebarang kata yang mewakili benda-benda di sekitar Anda. Misalnya, kursi, meja, jendela, pintu, potret, dst. Letakkan salah satu kata itu di tengah-tengah persis di selembar kertas putih ukuran HVS, yang posisinya landscape.

Lantas tarik garis ke kiri—dari kata yang diletakkan di tengah itu—dan bubuhkan satu kata di atas garis itu secara spontan. Kata apa saja—dan usahakan untuk tidak terlalu memikirkan (memusingkan)-nya. Setelah itu, tarik garis ke kanan dan lakukan persis sama dengan kegiatan pertama. Lewat kegiatan membuat mind mapping, Anda akan diberi pilihan dalam bentuk ”peta”—peta tentang apa saja yang ada di dalam pikiran Anda terkait dengan sebuah kata yang Anda pilih dan telah Anda letakkan di tengah-tengah selembar kertas. Tentu, setelah dipetakan, ide perlu dirumuskan (dituliskan). Ini tahap berikutnya setelah selesai membuat mind mapping.

Intermezo 1: Setiap kali saya memanfaatkan teknik mind mapping untuk mengawali kegiatan menulis, saya senantiasa berhasil memmunculkan gairah saya menulis. Hal ini dikarenakan teknik mind mapping ini senantiasa membantu saya mengeluarkan sesuatu yang baru dan original dari dalam diri saya. Seakan-akan, ketika saya menggunakan mind mapping, seluruh isi otak saya dikocok dan kemudian dibuat bergetar secara hebat. Bahkan, yang saya rasakan, relung-relung terjauh otak saya kemudian mampu menunjukkan hal-hal yang saya simpan lama dan kadang mengejutkan saya. Ibaratnya, otak memasok saya dengan hal-hal yang selama ini saya sembunyikan dan tidak berani saya keluarkan. Bayangkan, setiap kali menulis, saya seperti merumuskan hal baru dan mengolah hal-hal yang sama sekali tidak saya duga. Ini, sekali lagi, berkat mind mapping.

Nah, ada kemungkinan, Anda menjadi seperti tidak memiliki gairah menulis dikarenakan yang Anda tulis senantiasa tidak baru, tidak segar, dan tidak memberikan kejutan kepada Anda. Selayaknyalah teknik mind mapping dapat mengubah keadaan Anda yang tidak menguntungkan tersebut.

Menulis bebas adalah teknik menulis yang intinya seperti berbicara (saya mengikuti gagasan Peter Elbow) ketika kita ingin menyampaikan sesuatu. Jadi, ketika kita menulis bebas, pikiran kita tidak boleh mengedit (mengoreksi) dan yang kita tulis, tentulah, apa saja yang terlintas di kepala. Akan bagus jika kegiatan menulis bebas ini diawali dengan bertanya secara tajam kepada diri kita sendiri. Contoh: “Apa yang akan kutulis hari ini?” atau “Aku akan menulis makalah tentang administrasi kepegawaian, apa yang kupunya?” lantas disambung pertanyaan, ”Jika aku punya sesuatu, menarikkah yang kupunya itu bagiku?” Lalu Anda mengeluarkan apa saja (mungkin dengan menjawab pertanyaan Anda). Saat selesai megeluarkan sesuatu secara tertulis, Anda—sekali lagi—harus berupaya keras untuk tidak membaca (mengedit atau mengoreksi) yang Anda tulis. Biarkan saja. Keluarkan saja sehingga semua bahan di dalam diri Anda habis tak tersisa. Kemudian, endapkan sehari, dan besuk baru dibuka (dibaca lagi).

Intermezo 2: Setiap kali saya berlatih menulis bebas, saya merasakan sekali bahwa teknik menulis bebas ini dapat membantu saya mengeluarkan apa saja secara tuntas dan dalam. Di samping itu, menulis bebas juga dapat mengatasi keraguan dan ketidakpercayaan diri ketika saya mengawali kegiatan menulis. Menulis bebas memberikan paradigma-baru menulis kepada saya, yaitu bahwa ketika mengawali menulis, saya sesungguhnya sedang berada sendirian di muka bumi. Menulis bebas ibarat mengendarai mobil di jalan yang bebas hambatan. Dan apa yang diberikan oleh menulis bebas kepada diri saya? Rasa lega atau plong! Hal ini dikarenakan seluruh beban seakan-akan berhasil saya keluarkan.

Nah, ada kemungkinan Anda tidak bergairah menulis meskipun sudah menggunakan teknik menulis bebas karena Anda masih terbebani ketika menggunakan teknik tersebut. Selayaknya, di samping materi penting yang mungkin perlu Anda keluarkan secara bebas ketika menulis bebas, Anda tampaknya juga perlu mengeluarkan beban-beban yang menindih Anda.

Lebih mudah mana? Bergantung kondisi Anda. Saya kadang menggunakan keduanya berselang-seling. Yang penting, Anda harus mencoba keduanya berkali-kali dulu dan merasakan mana yang lebih enak dan lebih mudah menurut Anda. Andalah yang memilih dan kemudian menentukan karena Anda yang akan menjalankannya.

Gairah atau hasrat itu hanya bisa muncul dari dalam diri Anda. Di samping mencermati ”intermezo” saya di atas, cobalah juga menggunakan AMBAK: Salam.[]
 

Copyright © 2007 Mizan Publishing House -- Designed  and developed by  PT.Global e-Solusi  
4286435 pengunjung hingga saat ini