|
Meneruskan Perjalanan Menjelajah
Meneruskan Perjalanan Menjelajah Semesta Hikmah
“Demi waktu.
Manusia sungguh merugi
Yang tenteram-percaya
(kepada Tuhan) terkecuali.
Juga yang beramal baik
dan yang mengajak kepada
kebenaran.
Dan yang mengajak kepada
kesabaran.
(Al-Quran, Surah Al-'Ashr)
“Seperempat abad adalah waktu
yang panjang, jika dibayangkan bahwa hampir-hampir sepanjang itulah
satu generasi produktif berkarya. Seperempat abad adalah waktu yang
pendek, jika dibandingkan dengan makin tumpuk-bertumpuknya persoalan-persoalan
yang dihadapi bangsa ini, hingga hampir-hampir tak tampak cahaya di
ujung terowongan. Maka benarlah firman Yang Maha Bijaksana bahwa ambiguitas
durasi waktu hanya bisa diatasi dengan mengukurnya terhadap kebenaran,
dan terhadap kesabaran.
”Kebenaran adalah sesuatu
yang mutlak. Menegakkan kebenaran tak mempan waktu. Seberapa kecil pun,
seberapa lama pun, tak ada waktu yang hilang. Sementara, kesabaran menjulang
mengatasi keterbatasan durasi hidup manusia. Tak ada waktu yang terlalu
panjang di hadapan kesabaran. Kebenaran dan kesabaran, di hadapan durasi
waktu, adalah dua sisi dari satu koin yang sama.”
Itulah kata-kata pembuka Haidar Bagir ketika mengantarkan perjalanan 25 tahun
Mizan yang acara puncaknya akan diadakan pada Sabtu, 20 September 2008, di
Jakarta. Mizan saat ini tentu berbeda dengan Mizan ketika didirikan pertama kali
oleh anak-anak muda yang belum menuntaskan kuliahnya. Mizan awal, yang didirikan
pada 7 Maret 1983, adalah sebuah penerbit buku Islam. Dalam sepuluh tahun
perjalanannya (1983-1993), Mizan berhasil “mengukuhkan matra-baru pemikiran
Islam di Indonesia”.
Kini, 25 tahun sudah Mizan menancapkan eksistensinya di bumi Indonesia. Mizan
tidak lagi hanya menerbitkan buku-buku Islam. Meskipun buku-buku yang menjadi
ciri-khas Mizan tetap dipertahankan, Mizan masa kini telah meluas dan melebar
serta berhasil menerbitkan buku-buku yang dapat dikonsumsi oleh banyak sekali
kelompok masyarakat. Di bawah payung Mizan Publika, yang didirikan pada 1999,
kini ada sembilan perusahaan yang disebut sebagai unit usaha Kelompok Mizan.
Kesembilan perusahaan tersebut terdiri atas lima perusahaan penerbitan buku dan
empat perusahaan jasa untuk melayani penerbitan buku.
Kelima perusahaan penerbitan buku itu adalah, pertama, Mizan Pustaka yang
merupakan cikal-bakal penerbitan Kelompok Mizan. Di bawah pengelolaan Mizan
Pustaka ada imprint yang terdiri atas DAR! Mizan (menerbitkan buku anak
dan remaja), Qanita (sastra, memoar, dan hobi), Kaifa (bisnis, learning,
dan self-help), Mizania (panduan Islam praktis), Mizan lini Kronik (umum)
dan Khazanah (wacana Islam), serta divisi penerbitan Al-Quran. Kedua,
Pelangi Mizan yang menerbitkan buku-buku luks dan distribusikan dalam bentuk
direct selling. Ketiga, Hikmah yang buku-bukunya berkarakter
ilmiah-populer dan praktis. Hikmah memfokuskan pada buku-buku bernuansa kearifan
universal, kesalehan, pengembangan diri, dan panduan penuh inspiratif dengan
kemasan visioner.
Keempat, Lingkar Pena Publishing House yang fokus pada buku-buku fiksi
dan nonfiksi Islami yang ringan dan mencerahkan. Kelima, Bentang yang
memiliki slogan “sebenar-benarnya sastra”. Sebagai unit bisnis yang berangkat
dari dan berjuang dengan penerbitan karya-karya sastra, Bentang menjadi salah
satu parameter penting untuk mengukur gairah pembaca karya-karya sastra. Salah
satu prestasi yang hingga kini masih terus berkibar adalah keberhasilan
menerbitkan buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Keempat perusahaan nonpenerbitan yang berada di bawah payung Mizan Publika
adalah Mizan Media Utama (MMU) yang bergerak di bidang pendistribusian buku,
Mizan Grafika Sarana (MGS) yang bergerak di bidang percetakan, Mizan Dian
Semesta (MDS) yang bergerak di bidang pendistribusian buku khusus buku-buku
direct selling, dan MP Book Point yang bergerak di bidang toko buku.
Memiliki slogan “where books are your good friend...”, MP Book Point merupakan
toko buku berbasis komunitas.
|