|
“Ada yang mengatakan, sebuah kata itu mati tepat ketika diucapkan. Bagiku, justru kata itu mulai hidup pada saat itu,” ujar Emily Dickinson. Mungkinkah suara-suara yang Anda dengar dalam rubrik “Audio Files” ini merupakan kata-kata yang hidup?
Rubrik ini menyajikan materi bersuara yang bisa Anda unduh (download) dan Anda putar lewat MP3. Isinya bisa berupa obrolan ringan, petunjuk praktis, ataupun materi lain yang dapat Anda dengarkan. |
 |
|
|
Menulis Paralel Gaya Izzati, Sang Penulis Cilik
Sukses
Ketika tampil menjadi salah satu pembicara di “Jelang
Konferensi Penulis Cilik”, Sri Izzati memang sudah tidak
lagi menjadi penulis cilik. Dia kini sudah duduk di Kelas 8 SMP
Negeri 5, Bandung. Namun, dia tetap terus berkarya. Karya terakhirnya
yang beredar di pertengahan 2008 ini, dan masuk dalam serial Kecil-Kecil
Punya Karya (KKPK), berjudul Ibuku Chayank, Muach! Menurut
kabar, di Pesta Buku Jakarta, yang berlangsung di awal Juli 2008,
buku itu laris diserbu para pembeli.
Izzati termasuk ABG yang memiliki---merujuk ke
konsep “multiple intelligences”---banyak “kecerdasan”
yang sangat menonjol. Di antaranya adalah dia pemain piano andal
(music smart), jago taekwondo (body smart),
dan penulis cilik produktif (Kado untuk Ummi [DAR! Mizan,
2004], Let’s Bake Cookies [DAR! Mizan, 2004], Hari-Hari
di Raineshood [DAR! Mizan, 2005], 2 of Me [DAR!
Mizan, 2006, dan Ibuku Chayank, Muach! [DAR! Mizan, 2008]).
Di “Jelang Konferensi Penulis Cilik”,
5 Juli 2008, Izzati mengisahkan pengalaman menulisnya dengan lancar
dan menarik. Bicaranya memesona dan materi yang disampaikannya
benar-benar bermakna. Izzati menjadi penulis sejak kecil gara-gara
ibunya senantiasa meminta Izzati mengisahkan apa yang dibacanya
usai menamatkan sebuah buku. Izzati lantas bersemangat membaca
dan cepat-cepat ingin mengisahkannya kepada ibunya agar dibelikan
buku baru lagi. Karena ibunya kewalahan mendengar kisah Izzati,
akhirnya ibunya menyuruh Izzati untuk menuliskan kisahnya di computer
dan ibunya berjanji akan membacaya. Itulah awal mulai Izzati menyukai
kegiatan menulis.
Lewat rubrik AUDIO FILES, Anda dan putra-putri
Anda dapat mengunduh (men-download) suara Izzati yang
dipandu oleh Kak Andi Yudha ketika Izzati membangun dirinya menjadi
penulis cilik. Salah satu kisah Izzati yang menarik adalah ketika
dia menulis secara paralel. Apa menulis paralel dan bagaimana
Izzati menjalankannya? Siapa yang menginspirasi Izzati? Buku-buku
apa saja yang dibaca Izzati? Klik
di sini.
|