Hubungi Kami
Phone: (62-21) 75910212
Fax: (62-21) 75915759
Email: info@mizan.com

 

  Home About Us Ekuator E-Magazine Buku Laris Buku Baru Contact us
Cari:     pada     
 
bag_atas.html
       >>  Katalog
       >>  Newsletter
       >>  Audio Files
       >>  Video Files
       >>  E-books
       >>  Nukilan
 
e-Magazine
“Ada yang mengatakan, sebuah kata itu mati tepat ketika diucapkan. Bagiku, justru kata itu mulai hidup pada saat itu,” ujar Emily Dickinson. Mungkinkah suara-suara yang Anda dengar dalam rubrik “Audio Files” ini merupakan kata-kata yang hidup?

Rubrik ini menyajikan materi bersuara yang bisa Anda unduh (download) dan Anda putar lewat MP3. Isinya bisa berupa obrolan ringan, petunjuk praktis, ataupun materi lain yang dapat Anda dengarkan.
Audio Files lainnya
 
Fenomena Asma Nadia (3): Agar Tak Jadi Muslimah yang Nyebelin, Sebuah Obrolan
   
Obrolan Dua Master: Andrea "Laskar Pelangi" Hirata dengan Hernowo "Mengikat Makna" Hasim
   

Menulis Paralel Gaya Izzati, Sang Penulis Cilik Sukses

Ketika tampil menjadi salah satu pembicara di “Jelang Konferensi Penulis Cilik”, Sri Izzati memang sudah tidak lagi menjadi penulis cilik. Dia kini sudah duduk di Kelas 8 SMP Negeri 5, Bandung. Namun, dia tetap terus berkarya. Karya terakhirnya yang beredar di pertengahan 2008 ini, dan masuk dalam serial Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK), berjudul Ibuku Chayank, Muach! Menurut kabar, di Pesta Buku Jakarta, yang berlangsung di awal Juli 2008, buku itu laris diserbu para pembeli.

Izzati termasuk ABG yang memiliki---merujuk ke konsep “multiple intelligences”---banyak “kecerdasan” yang sangat menonjol. Di antaranya adalah dia pemain piano andal (music smart), jago taekwondo (body smart), dan penulis cilik produktif (Kado untuk Ummi [DAR! Mizan, 2004], Let’s Bake Cookies [DAR! Mizan, 2004], Hari-Hari di Raineshood [DAR! Mizan, 2005], 2 of Me [DAR! Mizan, 2006, dan Ibuku Chayank, Muach! [DAR! Mizan, 2008]).

Di “Jelang Konferensi Penulis Cilik”, 5 Juli 2008, Izzati mengisahkan pengalaman menulisnya dengan lancar dan menarik. Bicaranya memesona dan materi yang disampaikannya benar-benar bermakna. Izzati menjadi penulis sejak kecil gara-gara ibunya senantiasa meminta Izzati mengisahkan apa yang dibacanya usai menamatkan sebuah buku. Izzati lantas bersemangat membaca dan cepat-cepat ingin mengisahkannya kepada ibunya agar dibelikan buku baru lagi. Karena ibunya kewalahan mendengar kisah Izzati, akhirnya ibunya menyuruh Izzati untuk menuliskan kisahnya di computer dan ibunya berjanji akan membacaya. Itulah awal mulai Izzati menyukai kegiatan menulis.

Lewat rubrik AUDIO FILES, Anda dan putra-putri Anda dapat mengunduh (men-download) suara Izzati yang dipandu oleh Kak Andi Yudha ketika Izzati membangun dirinya menjadi penulis cilik. Salah satu kisah Izzati yang menarik adalah ketika dia menulis secara paralel. Apa menulis paralel dan bagaimana Izzati menjalankannya? Siapa yang menginspirasi Izzati? Buku-buku apa saja yang dibaca Izzati? Klik di sini.

Copyright © 2007 Mizan Publishing House -- Designed  and developed by  PT.Global e-Solusi  
4054393 pengunjung hingga saat ini