fbpx

Enter your keyword

Daftar Buku Karen Armstrong

Daftar Buku Karen Armstrong

Karen Armstong adalah penulis sejumlah buku mengenai agama-A History of God, The Battle for God, Holy War, Islam, Buddha, The Great Transformation, The Case for God, dan Fields of Blood-serta dua memoar, Through the Narrow Gate dan The Spiral Staircase. Karyanya telah diterjemahkan ke dalam 45 bahasa. Pada Februari 2008, dia dianugerahi TED Prize dan mulai menggarap Charter for Compassion (Piagam Kasih Sayang), dikreasi oleh publik secara umum dan disusun oleh para pemikir terkemuka Yahudi, Kristen, Islam, Hindu, dan Buddha. Piagam itu ditandatangani pada November 2009 oleh ribuan pemimpin agama maupun non-agama. Wanita kelahiran 14 November 1944 yang sempat menjadi biarawati demi pencariannya kepada Tuhan ini sekarang tinggal di London.

Bertepatan dengan ulang tahun Karen Armstrong yang ke-75, kita akan mendaftar buku-buku yang telah lahir dari buah pemikirannya selama ini. Sudah ada 11 buku Karen Armstrong yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Apa saja buku-buku tersebut?

 

  1. Sejarah Tuhan

buku ini melacak sejarah persepsi dan pengalaman manusia tentang Tuhan sejak zaman Nabi Ibrahim hingga masa kini. Selain memerinci sejarah tiga agama monoteistik: Yahudi, Kristen, dan Islam, buku ini juga menampilkan tradisi Buddha, Hindu, dan Konfusius. Evolusi keyakinan manusia tentang Tuhan dilacak dari akar-akar kunonya di Timur Tengah hingga sekarang.

 

 

 

 

  1. Berperang Demi Tuhan

 

Dalam buku ini, Karen Armstrong melacak akar fundamentalisme dalam ketiga agama monoteis: Yahudi, Kristen, dan Islam; menelusuri implikasinya dan menunjukkan kemiripan antara ketiganya. Sebuah kajian yang membawa sudut pandang baru yang brilian dan simpatik tentang fenomena khas zaman modern ini.

 

 

 

 

 

  1. Sejarah Alkitab

Di dalam buku bernas ini, Armstrong mendiskusikan kelahiran, perkembangan, dan sejarah hidup kitab tersebut. Selain menggambarkan bagaimana, kapan, dan oleh siapa Alkitab ditulis, Armstrong juga menjelajahi interpretasi Alkitab oleh para rabi dan uskup, para sarjana dan kaum mistikus, orang-orang saleh dan kritikus selama sekitar dua ribu tahun. Penjelajahannya menyingkapkan khazanah pendekatan beragam penafsiran dan menyingkirkan pandangan bahwa hanya ada satu tafsiran yang benar.

 

 

 

  1. Fields of Blood

Berbagai peristiwa dunia yang diwarnai oleh kekerasan oleh kelompok agama tertentu seperti Islamic State di Timur Tengah, Boko Haram dan Lord’s Resistance Army di Afrika memunculkan pandangan bahwa agama adalah sumber kekerasan dan bertanggung jawab atas rentetan terorisme. Melalui buku ini Karen Armstrong memperlihatkan bagaimana agama dapat meredakan kemarahan ini-dan harapan bagi perdamaian di antara orang-orang beragama berbeda di zaman kita.

 

 

 

 

  1. Sejarah Islam

Dalam buku ini, Karen menggambarkan Islam sebagai salah satu agama terpenting dunia yang menjadi dasar bagi perkembangan peradaban dunia modern, menjadi sumber inspirasi bagi banyak cendekiawan, ilmuwan, dan pujangga. Dilengkapi dengan kronologi yang terperinci dan daftar tokoh penting yang informatif, buku ini merupakan pengantar ringkas yang komprehensif.

 

 

 

 

  1. Masa Depan Tuhan

Setelah melacak perkembangan konsepsi manusia tentang Sang Pencipta dalam Sejarah Tuhan, kini Karen Armstrong menampilkan kajian tentang masa depannya. Dalam buku ini, Karen Armstrong menunjukkan pembelaan terhadap Tuhan dan agama menentang fundamentalisme dan ateisme.

 

 

 

 

 

  1. Islamofobia

 

Buku ini mencoba menelusur akar kemunculan ketakutan terhadap Islam di Dunia Barat. Menampilkan analisis dan opini dari para pakar, seperti Karen Armstrong, John L. Esposito, Tariq Ramadhan, Imam Abdul Malik Mujahid, pembaca diajak untuk mendapatkan perspektif yang luas dan merenungkan tindakan yang dapat diambil untuk meredakannya.

 

 

 

 

 

  1. Yerusalem Satu Kota, Tiga Agama

Ditulis secara informatif dan mengalir, hasil penelitian bertahun-tahun ini menggabungkan tinjauan sejarah dengan analisis mendalam tentang pencarian spiritual umat manusia. Seperti buku-buku Karen Armstrong lainnya, Yerusalem membuat pembacanya dapat lebih memahami agama-agama dunia secara kritis, tetapi jernih.

 

 

 

 

 

  1. The Great Transformation Awal Sejarah Tuhan

Karen Armstrong yakin kita perlu mengembangkan nilai-nilai simpati dan berbela rasa seperti yang dikembangkan orang-orang bijak Zaman Aksial. Dalam era teror internasional ini, kita tidak bisa mengelak dari dukkha kehidupan. Para guru bijak Aksial akan memandang ini sebagai peluang religius. Zaman Aksial adalah masa-masa genius spiritual; kita kini hidup dalam masa genius ilmiah dan teknologi. Untuk pendidikan spiritual, kita jauh tertinggal dibanding orang-orang bijak Zaman Aksial. Kepada merekalah kita mesti berguru.

 

 

 

  1. Compassion

Karen Armstrong memaparkan visinya tentang sebuah dunia yang lebih baik didasarkan apa yang telah diketahuinya sebagai inti ajaran semua agama: Kaidah Emas. Melalui uraian cerdas dan bernas yang telah menjadi kekuatannya, Karen memberikan panduan 12 langkah yang dapat kita ikuti agar mampu menjalani hidup yang lebih berbelas kasih setiap hari. Dengan pencerahan dan kedamaian yang mengiringi setiap halamannya, buku ini menyimpan kekuatan besar untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih menyenangkan bagi semua orang.

 

 

 

  1. Menerobos Kegelapan: Sebuah Autobiografi Spiritual

 

“Dalam kisah yang amat personal ini, Armstrong merekam pengalaman-pengalaman yang mengantarnya menjadi seorang monoteis bebas (freelance monotheist). Seperti Yakub, dia mendaki menuju Transendensi.”

—Michael Wolfe, seorang mualaf Amerika, pengarang The Hadj: An American’s Pilgrimage to Mecca