Masukkan kata kunci Anda

Arsip

Tetap Update Bersama Kami

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (4)

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (4)   Oleh: Abdurahman el-Indonesia Lanjutan dari artikel sebelumnya: http://www.mizan.com/dari-leopold-weiss-menjadi-muhammad-asad-pergulatan-batin-sang-cucu-rabi-yahudi-dalam-meraih-kedamaian-jiwa-3/ Kini, pemuda Leopold Weiss, sang cucu rabi asal Austria yang sedang gelisah mencari jati diri itu, sudah sampai di Yerusalem, di rumah sang paman: Dorian Feigenbaum. Saat itu, musim gugur […]

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (3)

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (3) Oleh: Abdurahman el-Indonesia   Lanjutan dari artikel sebelumnya http://www.mizan.com/dari-leopold-weiss-menjadi-muhammad-asad-pergulatan-batin-sang-cucu-rabi-yahudi-dalam-meraih-kedamaian-jiwa-2/ Leopold Weiss berusia dua puluh dua tahun saat itu. Dia bagian dari generasi Eropa yang lahir persis di peralihan abad ke-19 ke abad 20. Generasi yang menyaksikan tragedi Perang Dunia […]

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (2)

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (2)

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (2) Oleh: Abdurrahman el-Indonesia Lanjutan dari artikel sebelumnya: http://www.mizan.com/dari-leopold-weiss-menjadi-muhammad-asad-pergulatan-batin-sang-cucu-rabi-yahudi-dalam-meraih-kedamaian-jiwa-1/ Agama leluhur Leopold Weiss tidak membuatnya puas. Begitu pula sains modern: ketika tercerai dari etika, ia justru dipakai menjadi alat untuk berperang antarbangsa dan saling menghancurkan, seperti yang dia saksikan sendiri […]

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (1)

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (1)

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (1) Oleh: Abdurrahman el-Indonesia   Pada 2 Juli 1900 di Lemberg, Galicia, wilayah Kerajaan Austro-Hongaria (kini bernama Lviv, bagian dari negara Ukraina), lahirlah Leopold Weiss. Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Orangtuanya tergolong cendekiawan Yahudi-Polandia terpandang. Kakeknya dari garis […]

Ketika Raja Saudi Bersahabat dengan Wartawan Yahudi (2)

Ketika Raja Saudi Bersahabat dengan Wartawan Yahudi (2) Oleh: Ilham DS [Tulisan sebelumnya: “Ketika Raja Saudi Bersahabat dengan Wartawan Yahudi (1)”] *** Kehadiran Leopold Weiss di Makkah—ia seorang wartawan berdarah Yahudi, cucu seorang rabi ortodoks—mengundang perhatian Raja. Pemuda Eropa yang baru saja masuk Islam ini akhirnya diundang sebagai tamu kehormatan Raja Abdul Aziz ibn Saud—ya, […]

Melihat Fazlur Rahman Lebih Dekat

Melihat Fazlur Rahman Lebih Dekat

Sesaat setelah ia mangkat, Universitas Chicago, tempat ia mengajar, konon harus menyiapkan empat profesor dengan empat keahlian yang berbeda untuk bisa menggantikan dirinya mengajar. Betapa itu menandakan keluasan ilmu yang dimilikinya sehingga universitas sebesar Chicago University itu kepayahan mencari empat orang yang ahli dibidang filsafat, tasawuf, teologi, metodologi dan pembaruan Islam untuk bisa menggantikan satu […]

Belajar Memahami Ibn. Arabi

Belajar Memahami Ibn. Arabi

Belajar Memahami Ibn ‘Arabi Siapa yang tak kenal Ibn ‘Arabi? Mistikus besar bergelar al-Syaikh al-Akbar itu mungkin adalah tokoh paling berpengaruhnya dalam perkembangan tasawuf, tidak terkecuali perkembangan tasawuf di Nusantara pada abad 17-18. Banyak  nama yang bisa disebut seperti Hamzah al-Fansuri, Syams al-Din al-Sumatrani, ‘Abd al-Rauf as-Sinkili, Yusuf al-Makassari, dan ‘Abd Shamad al-Palimbani yang disinyalir […]

Mata Orang Roma, Hati Orang Indonesia: Wawancara dengan Stefano Romano, Penulis Buku-Foto “Kampungku Indonesia”

Mata Orang Roma, Hati Orang Indonesia: Wawancara dengan Stefano Romano, Penulis Buku-Foto “Kampungku Indonesia”

Mungkinkah seseorang merasakan suatu negeri sebagai kampung halamannya, padahal dia bukan berasal dari sana? Bagi Stefano Romano, seorang fotografer asal Italia, jawabannya adalah “ya” jika negeri itu adalah Indonesia. Demikian bunyi kalimat pertama pada bab pertama buku fotonya yang akan segera terbit dari Penerbit Mizan, berjudul Kampungku Indonesia. Stefano mulai bekerja sebagai fotografer sejak 2009. Berawal […]

Sedikit perhatian dan Banyak kebahagiaan

Sedikit perhatian dan Banyak kebahagiaan

Ketika dua dus besar berisi buku bacaan anak itu kami buka, wus wut wus… bagaikan semut ketemu gula, anak-anak itu langsung saja antusias memilih buku yang mereka suka. Ini adalah salah satu adegan yang paling membahagiakan dan mengharukan di acara buka bersama MIZAN dan anak-anak penghuni panti asuhan Al-Hidayah, Bandung. Membahagiakan karena mereka, Alhamdulillah, menyukai […]

Peluncuran Buku “Di Balik Gerbang: Inspirasi dari Kisah 7 Pendamping Diplomat”

Peluncuran Buku “Di Balik Gerbang: Inspirasi dari Kisah 7 Pendamping Diplomat”

Jakarta – Berbagai cerita dan pengalaman selama mendampingi diplomat yang sedang bertugas menjadi inspirasi dari buku Di Balik Gerbang: Inspirasi dari Kisah 7 Pendamping Diplomat yang diluncurkan Selasa (21/6) di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. Acara peluncuran buku ini dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, CEO Bentang Pustaka Salman Faridi, serta pimpinan Dharma […]