''Kekuatan-penghancuran Terlepas'', judul artikel BBC on-line, menuturkan pendapat fisikawan Frank Moscatelli tentang sebab-sebab keruntuhan menara kembar WTC. Frank menunjuk pada kekuatan gravitasi yang tersimpan dalam struktur menara WTC sebagai agen utama penghancur lambang supremasi ekonomi Amerika Serikat ini. Kekuatan dahsyat itu terlepas ketika panas dari bahan bakar jet yang meledak melumpuhkan kolom-kolom baja penahan kekuatan gravitasi ini.
Sementara pemerintah AS gusar mencari dalang pembajakan dan aksi kamikaze tersebut, Frank menuding struktur bangunan itu sendiri. Arsitek menara ini, Minoru Yamasaki, berargumen bahwa rancangan WTC ini dia buat berdasarkan keinginan AS untuk memiliki gedung tertinggi di dunia, sebagai simbol kekuatan dan kekuasaan. Lantas, agen manakah yang paling bertanggung jawab: pelaku pembajakan pesawat, alam (gravitasi), arsitek perancang gedung, atau AS sendiri?
Fenomena WTC ini menyingkapkan agen-agen yang terlibat dalam teknologi: kekuatan potensial alam, kekuatan pengetahuan, dan kehendak manusia. Di hadapan pengetahuan manusia, alam menawarkan kebhinekaan potensi untuk diwujudkan. Kekuatan kehendak, pengetahuan, dan aksi manusialah yang memilih tawaran-tawaran ini dan membuat maujud. Sementara narasi populer sering mencitrakan teknologi sebagai entitas yang netral dan bebas-nilai, realitas teknologi dipenuhi oleh lika-liku kehidupan yang di dalamnya manusia, alam, dan mesin bersama-sama menyatukan tujuan dan memanifestasikan nilai-nilai.
Seri Penerbitan Sains, Teknologi, dan Masyarakat Edisi ke-2 ini menyampaikan pesan bahwa, agar teknologi dapat memperbaiki nasib kita, kita harus menggali potensi alam, mengerahkan pengetahuan dan moralitas untuk menciptakan pilihan-pilihan dan menentukan yang terbaik untuk diwujudkan.