fbpx

Enter your keyword

Bologna Children’s Book Fair 2019: Buku Anak dan Remaja Indonesia di Kancah Perbukuan Internasional

Bologna Children’s Book Fair 2019: Buku Anak dan Remaja Indonesia di Kancah Perbukuan Internasional

Gaung Indonesia di kancah pameran buku internasional semakin kencang. Sepekan setelah kehadiran Indonesia sebagai Market Focus di London Book Fair 2019, Indonesia melanjutkan hajatan besar tersebut dengan hadir untuk kelima kalinya dalam pameran buku anak terbesar di dunia, Bologna Children’s Book Fair 2019 dengan 6 penerbit Indonesia khusus buku anak dan remaja. Adapun penerbit yang terpilih hadir secara langsung adalah Bestari Buana Murni, Gramedia, Kesaint Blanc, Elexmedia, Yayasan Litara dan Mizan. Sedangkan buku-buku dari penerbit lainnya diwakili oleh literary agent, Borobudur Agency.

Di pameran buku ke 56 yang berlangsung pada tanggal 1-4 April 2019, Indonesia menempati lahan seluas 64m2, yang kembali menggunakan design “garis pantai” tahun lalu yang menuai banyak pujian dari pengunjung. Indonesia kali ini menampilkan lebih dari 150 judul buku. Mulai dari buku anak dan remaja dari berbagai kategori, seperti dongeng, cerita rakyat, seni tradisi, fantasi, buku anak-anak religi, serta buku pengajaran bahasa dan pengembangan karakter. Semuanya telah melalui proses kurasi yang ketat oleh kurator independen sehingga menjaga obyektivitas pemilihan buku-buku yang akan dipamerkan. Selain buku, dibawa pula beberapa produk yang dikembangkan dari buku antara lain 5 buah boardgames, beragam produk Juki, Ghost Parade, Marbel & Riri, and Hey Blo!.

 

Duta Besar Indonesia untuk Italia, Esti Andayani, menyatakan, “menyambut baik partisipasi Indonesia dalam Bologna Children’s Book Fair 2019 yang ke lima kalinya. Hal ini mencerminkan semakin aktifnya industri penerbitan khususnya buku anak dan remaja dalam kancah global. Partisipasi kali ini menjadi spesial karena bertepatan dengan momentum Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI – Italia, yang tema utamanya adalah penguatan kerja sama ekonomi kreatif dan UKM. Industri penerbitan adalah elemen penting dari ekonomi kreatif.”

 

Sedangkan Laura Prinsloo, Ketua Komite Buku Nasional, menekankan bahwa, “selain menindaklanjuti peluang- peluang penjualan hak terjemahan yang didapat saat London Book Fair, juga untuk mendapatkan peluang baru khususnya dari penerbit Eropa yg tidak hadir di LBF lalu dengan memfokuskan diri ke konten buku anak. Dengan tetap mengusung tema 17,000 islands of imagination, kami berharap Indonesia terus terngiang sebagai negara yang memiliki konten kreatif untuk anak yang sangat beragam, edukatif dan penuh imajinasi. Menurut data KBN, memang penjualan hak cipta terbesar datang dari buku anak sebesar 41%, dan BCBF sebagai pameran buku anak terbesar di dunia menjadi tempat yang strategis untuk pemasaran.”

 

Berlokasi di Hall 29, A20-B19, stand Indonesia menampilkan 2 acara demo ilustrasi Song of Colors bersama Evelyn Ghozalli (EORG) dan Parade of Colors on Indonesia Happy Hour bersama Dina Riyanti. Acara Happy Hour menjadi ajang pertemuan perwakilan penerbit manca negara yang telah diundang khusus dan dilaksanakan pada hari kedua pameran.

Komite Buku Nasional yang merupakan bagian dari panitia Indonesia sebagai Market Focus Country memberikan kesempatan kepada 5 penerbit yang akan mendapatkan dukungan berupa tiket pesawat dari @bekrafid untuk menjadi Co-Exhibitor Bologna Children’s Book Fair 2019. Salah satu yang terpilih yaitu Fauziah Hafidha mewakili Mizan Group. Fauziah sendiri merupakan editor akuisisi dari Mizan Millennia Creativa.

 

“Saya merasa tersanjung karena dipilih sebagai perwakilan dari Mizan untuk menjadi co-exhibitor stan Indonesia BCBF 2019. Awalnya saya kaget, tapi juga sadar bahwa ini merupakan kesempatan yang baik untuk memperkenalkan karya-karya Mizan serta sebagai tempat pembelajaran bagi saya pribadi. Semoga keikutsertaan saya ini memberikan manfaat dan kontribusi bagi Mizan dan Indonesia,” ujar Fauziah. Semoga kehadiran Fauziah di Bologna Children’s Book Fair 2019 bisa meningkatkan hak cipta penerbitan buku-buku anak Indonesia di luar negeri.