fbpx

Masukkan kata kunci Anda

Bazar Buku Bajakan di Cilacap yang Sempat Viral Akhirnya Tutup

Bazar Buku Bajakan di Cilacap yang Sempat Viral Akhirnya Tutup

Berani Suarakan dan Lawan Pembajakan Buku!

Senin, 7 Oktober 2019 grup whatsapp Mizan sempat ramai akibat salah satu screenshot sebuah unggahan dari facebook, sebagai berikut:

Ya, ada bazaar buku di pendopo Balai Desa Kedawung, Kroya, Cilacap yang disinyalir adalah buku-buku bajakan. Makin geger karena yang terpampang jelas adalah salah satu buku Andrea Hirata terbitan Bentang Pustaka. Kami pun berusaha mengontak pembuat unggahan tersebut melalui facebook untuk mengetahui kronologi lengkapnya.

Pemilik akun Andre Haribawa, yang juga seorang penulis buku berjudul Cruise To Alaska, menceritakan pada kami, “Tadi habis fitness, nggak sengaja lihat iklan kecil di jalanan ada bazar buku murah. Saya langsung ke sana. Karena saya penyuka novel, jadi lebih memerhatikan rak novel. Saya pegang beberapa judul di antaranya Orang-Orang Biasa, Cantik itu Luka, Negeri Para Bedebah dan banyak novel laris dari terbitan Pastel Books juga seperti Gustira. Saya perhatikan sampulnya tidak ada spot UV, warna agak blur. Karena saya sudah terbiasa beli buku original, saya langsung klaim itu bajakan. Seperti itu.”

Kami juga mengecek kebenaran ini pada Koordinator Distributor Mizan Media Utama di Jogjakarta,  Narti. Ia menjelaskan bahwa Mizan tidak mensupport stock acara tersebut. Berdasarkan harga yang tertera di foto, misalnya buku Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata yang dijual dengan harga Rp. 40.000 padahal bazar buku tersebut tidak terafiliasi dalam event-event diskon besar yang biasa diadakan oleh Mizan seperti Big Bad Wolf dan Out of The Boox, sudah dipastikan bahwa buku tersebut bukan buku original.

Selasa, 8 Oktober 2019, tirto.id memberitakan bahwa bazar buku bajakan tersebut yang seharusnya berlangsung hingga Senin depan, 14 Oktober 2019, sudah resmi ditutup. Kasus ini merupakan ironi bagi kita bahwa buku bajakan begitu marak di Indonesia dan oknum-oknum pembajak bisa begitu leluasa hingga secara terang-terangan membuat sebuah bazar buku bajakan. Minimnya pengetahuan di masyarakat tentang buku asli dan bajakan juga menjadi persoalan hingga oknum pembajak ini bisa menjejerkan ratusan buku bajakan di sebuah balai desa.

Akan tetapi, bukan berarti kita hanya bisa diam saja saat mengetahui hal ini. Apa yang dilakukan oleh Andre Haribawa, meskipun hanya sebuah langkah kecil yaitu mengunggah informasi tentang bazar buku bajakan di akun pribadinya, tapi dampaknya begitu besar. Unggahannya viral dan mampu membuat bazar buku bajakan tersebut akhirnya tutup.

Oleh karena itu, Mizan ingin memberikan sedikit apresiasi untuk Andre Haribawa atas keberaniannya dalam memviralkan bazar buku bajakan ini hingga resmi ditutup. Kita tidak boleh membiarkan dan melumrahkan pembajakan buku karena selain melanggar Undang-Undang Hak Cipta, pembajakan buku tidak membayar pajak dan juga merugikan penulis karena tidak memberikan royalty penulis. Kami harap, para pecinta dan pegiat literasi juga lebih berani menyuarakan dan melawan pembajakan buku di Indonesia.