Masukkan kata kunci Anda

Penulis: Ditta Editorial

Tetap Update Bersama Kami

Bung Karno di Mata Generasi Millenial

Bung Karno di Mata Generasi Millenial

15 Agustus 2017, Warung Sejarah RI dan Komunitas Gerbang Sejarah menyelenggarakan “Bincang Buku: Bung Karno “Menerjemahkan” Al-Quran” yang diterbitkan oleh Mizan di Auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Tema yang diangkat adalah “Bung Karno di Mata Generasi Millenial”. Acara tersebut menghadirkan Mochamad Nur Arifin selaku penulis buku […]

Sirkus Pohon: Karya ke-10 Andrea Hirata

Sirkus Pohon: Karya ke-10 Andrea Hirata

Setelah hampir 3 tahun tidak terdengar, Andrea Hirata kembali mengeluarkan karya terbarunya yang berjudul Sirkus Pohon. Sama seperti beberapa karya Andrea terdahulu, Sirkus Pohon ini mengambil latar di Belitong. Karya ini merupakan karya ke-10 Andrea Hirata yang ditulisnya sejak mempublikasikan karya pertama dan fenomenalnya, Laskar Pelangi, tahun 2005 lalu. Simak cuplikan dari Sirkus Pohon berikut […]

Alibaba: Perusahaan Paling Bahagia?

Alibaba: Perusahaan Paling Bahagia?

Jack Ma, menjadi orang terkaya di Cina karena membuka pintu para pengusaha mikro di negerinya untuk berjualan dan berhubungan langsung dengan pembeli dari luar negeri lewat Alibaba. Menerapkan ilmu manajemen General Electric Jack Welch, Ma berhasil menjadikan Alibaba situs jual beli terbesar di Cina. Sebenarnya bukan masalah manajemen saja yang membesarkan Alibaba. Hal yang utama adalah dia […]

RESENSI ISLAM TUHAN ISLAM MANUSIA: AGAMA DAN SPIRITUALITAS DI ZAMAN KACAU

RESENSI ISLAM TUHAN ISLAM MANUSIA: AGAMA DAN SPIRITUALITAS DI ZAMAN KACAU

Resensi “ISLAM TUHAN ISLAM MANUSIA: AGAMA DAN SPIRITUALITAS DI ZAMAN KACAU”, karya Haidar Bagir, KOMPAS, 15 Juli 2017, Oleh: Muchyar Fanani, Dekan FISIP UIN WALISONGO, Semarang   Beragama di Zaman Kacau Jebakan kulit agama telah mengantarkan manusia hanya menangkap yang dangkal dari agama. Jebakan itu membuat manusia saling membenci. Perasaan saling membenci itu kemudian dikokohkan […]

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (4)

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (4)   Oleh: Abdurahman el-Indonesia Lanjutan dari artikel sebelumnya: http://www.mizan.com/dari-leopold-weiss-menjadi-muhammad-asad-pergulatan-batin-sang-cucu-rabi-yahudi-dalam-meraih-kedamaian-jiwa-3/ Kini, pemuda Leopold Weiss, sang cucu rabi asal Austria yang sedang gelisah mencari jati diri itu, sudah sampai di Yerusalem, di rumah sang paman: Dorian Feigenbaum. Saat itu, musim gugur […]

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (3)

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (3) Oleh: Abdurahman el-Indonesia   Lanjutan dari artikel sebelumnya http://www.mizan.com/dari-leopold-weiss-menjadi-muhammad-asad-pergulatan-batin-sang-cucu-rabi-yahudi-dalam-meraih-kedamaian-jiwa-2/ Leopold Weiss berusia dua puluh dua tahun saat itu. Dia bagian dari generasi Eropa yang lahir persis di peralihan abad ke-19 ke abad 20. Generasi yang menyaksikan tragedi Perang Dunia […]

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (2)

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (2)

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (2) Oleh: Abdurrahman el-Indonesia Lanjutan dari artikel sebelumnya: http://www.mizan.com/dari-leopold-weiss-menjadi-muhammad-asad-pergulatan-batin-sang-cucu-rabi-yahudi-dalam-meraih-kedamaian-jiwa-1/ Agama leluhur Leopold Weiss tidak membuatnya puas. Begitu pula sains modern: ketika tercerai dari etika, ia justru dipakai menjadi alat untuk berperang antarbangsa dan saling menghancurkan, seperti yang dia saksikan sendiri […]

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (1)

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (1)

Dari Leopold Weiss Menjadi Muhammad Asad: Pergulatan Batin Sang Cucu Rabi Yahudi dalam Meraih Kedamaian Jiwa (1) Oleh: Abdurrahman el-Indonesia   Pada 2 Juli 1900 di Lemberg, Galicia, wilayah Kerajaan Austro-Hongaria (kini bernama Lviv, bagian dari negara Ukraina), lahirlah Leopold Weiss. Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Orangtuanya tergolong cendekiawan Yahudi-Polandia terpandang. Kakeknya dari garis […]

The Message of the Quran: Pertemuan Saya dengan Tafsir Al-Quran Muhammad Asad

The Message of the Quran: Pertemuan Saya dengan Tafsir Al-Quran Muhammad Asad

The Message of the Quran: Pertemuan Saya dengan Tafsir Al-Quran Muhammad Asad oleh: Haidar Bagir Tidak jarang orang atau media dengan gampang mengatributkan identitas “intelektual atau pemikir Islam”, atau bahkan “ahli filsafat dan tasawuf Islam”, kepada saya. Kalaupun ada yang benar—sesedikit apa pun—dalam atribusi itu, kali ini saya ingin memastikan kepada Anda bahwa penulis pengantar […]

Membaca Tasawuf Secara Filosofis

Membaca Tasawuf Secara Filosofis

Modernisme memberikan dampak yang luar biasa hampir ke seluruh tradisi keilmuan. Tak terkecuali tradisi keilmuan yang berkembang di kalangan Islam. Dengan justifikasi bahwa sebuah ilmu dianggap ilmiah jika bisa dijelaskan secara rasional, maka apapun yang dianggap irrasional tidak bisa diterima. Dan, mistisisme menjadi satu-satunya tradisi keilmuan Islam yang mendapat serangan hebat ini. Sebab, ada tudingan […]