Masukkan kata kunci Anda

Anugerah Buku ASEAN 2018 untuk Sang Pemimpi dan Dilan di KLIBF 2018

Anugerah Buku ASEAN 2018 untuk Sang Pemimpi dan Dilan di KLIBF 2018

Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF) 2018 merupakan sebuah pameran buku terbesar di Asia Tenggara. Bertempat di Putra World Trade Centre (PWTC), KLIBF yang ke-37 ini dilaksanakan pada tanggal 27 April hingga tanggal 6 Mei 2018.

Indonesia melalui Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) tahun ini berkesempatan menjadi Tamu Negara dalam pameran buku terbesar negeri jiran itu. Sebagai salah satu dari 45 penerbit Indonesia, Mizan turut hadir dalam pesta buku antar bangsa ini dengan membawa buku-buku terbaik dan berkualitas.

                 WhatsApp Image 2018-04-27 at 09.46.31WhatsApp Image 2018-04-27 at 11.21.53

Selain itu, KLIBF juga menggelar berbagai acara menarik dengan mengundang beberapa penulis Indonesia seperti, Fayanna Ailisha Davianny penulis Kecil-Kecil Punya Karya, Tasaro G.K. penulis Novel Biografi Muhammad, serta Andrea Hirata penulis tetralogi Laskar Pelangi.

Tak hanya turut andil dalam berpesta buku, Mizan juga memboyong dua penghargaan Anugerah Buku ASEAN 2018 untuk dua penulis Indonesia.

Penghargaan Fiksi Terbaik – Dilan: Dia Dilanku Tahun 1990

WhatsApp Image 2018-05-01 at 08.09.34

Masih ingat dengan film Dilan yang diputar di bioskop Indonesia beberapa waktu lalu? Film ini telah sukses menggaet 6 juta hati penonton Indonesia. Film yang diadaptasi dari bukunya dengan judul yang sama, berhasil membawa filmnya ke ajang  The London Book Fair 12 April lalu.

Masih di bulan yang sama, kini giliran bukunya yang kembali merajai dunia Internasional. Buku Dilan: Dia Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq ini sukses membawa pulang penghargaan Anugerah Buku Asean 2018 dengan kategori fiksi terbaik.

Hadirnya penghargaan ini membuktikan kisah romansa remaja Bandung ini telah dinikmati secara internasional!

Penghargaan Adaptasi Terbaik – Sang Pemimpi

WhatsApp Image 2018-05-01 at 08.09.35

Tak hanya Pidi Baiq, penulis Indonesia lainnya yang namanya sudah tak asing lagi, Andrea Hirata  juga berhasil membawa pulang penghargaan Anugerah Buku Asean 2018. Buku keduanya dari tetralogi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi meraih penghargaan yang sama dari kategori adaptasi terbaik.

Kisah Ikal dari Belitong yang memiliki impian kuliah di Sorbone, Perancis tak hanya mampu menginspirasi para pembaca Indonesia. Lika-liku perjuangannya ternyata juga mampu memukau para panel penilai penghargaan ini.

Dua penghargaan ini secara apik membuktikan keseriusan kualitas karya sastra Indonesia masa kini. Semoga dengan adanya penghargaan ini dapat memacu kreativitas dan antusiasme kita dalam bekarya.