Masukkan kata kunci Anda

Alibaba: Perusahaan Paling Bahagia?

Alibaba: Perusahaan Paling Bahagia?

image source: https://vulcanpost.com/5407/jack-ma-success/

image source: https://vulcanpost.com/5407/jack-ma-success/

Jack Ma, menjadi orang terkaya di Cina karena membuka pintu para pengusaha mikro di negerinya untuk berjualan dan berhubungan langsung dengan pembeli dari luar negeri lewat Alibaba. Menerapkan ilmu manajemen General Electric Jack Welch, Ma berhasil menjadikan Alibaba situs jual beli terbesar di Cina.

Sebenarnya bukan masalah manajemen saja yang membesarkan Alibaba. Hal yang utama adalah dia tidak mementingkan dirinya sendiri. Prioritas Jack Ma adalah ‘orang lain’. Baginya, nomor satu adalah pelanggan, kedua karyawan, dan ketiga adalah pemegang saham. Selalu dikatakannya, “Alibaba ada untuk menjadikan hidup orang lain lebih baik.”

Di lingkungan kantornya yang megah,  dia selalu menumbuhkan dan menjaga suasana menyenangkan. Ketika perusahaan untuk pertama kalinya mendapatkan keuntungan, Ma memberi setiap karyawan sekaleng mainan tiup bertali  dan memainkannya layaknya anak-anak. Mereka ersama-sama meluapkan kegembiraan. Pernah pula Ma mengajak karyawannya mengungkapkan khayalan-khayalan mereka di sela-sela kesibukan kerja, dan tertawa bersama mendengar setiap khayalan itu.

Pada awal tahun 2000-an, ketika perusahaan memutuskan untuk memulai Taobao, semacam e-Bay, bertujuan untuk menyaingi e-Bay, dia terkadang mengambil alih pekerjaan timnya dan memberikan mereka istirahat supaya energi mereka tetap prima.

Tentu saja Ma pernah melakukan kesalahan-kesalahan.  Yang pertama adalah saat bisnisnya baru dibangun, dia membatasi karier paling tinggi karyawan adalah tingkat manajerial. Ternyata ini menyebabkan karyawan tak lagi bekerja dengan profesional. Selanjutnya Alibaba memilih prinsip “merangkul perubahan”. Ketika anak buah mempertanyakan keputusannya berbeda dengan yang diucapkan sebelumnya, Ma berdalih dengan cerdik, “Lakukan saja yang saya katakan sekarang. Kau beruntung punya bos seperti saya, lebih banyak tahu daripada sebulan lalu.”

Dengan ribuan karyawan, Jack Ma semula akan membuat slogan Alibaba sebagai “Perusahaan Pemberi Kerja Terbaik.” Tetapi akhirnya dia memilih konsep “Perusahaan Paling Bahagia.” Dia tak berlebihan, karena dia sendiri melakukan yang terbaik untuk memastikan karyawannya datang bekerja setiap hari dengan senyum di wajah mereka.

Semua pelaku bisnis pasti punya jadwal kerja padat, tapi Jack Ma selalu berusaha menyisihkan waktu bersilaturahmi kepada pemuka agama. “Menanam kebaikan tidak mesti dilakukan di rumah ibadah. Keluar kuil membantu ribuan usaha mikro dan jutaan orang, adalah lebih baik,” ucap Jack Ma, sang Godfather bisnis Cina. [rst]