Masukkan kata kunci Anda

5 Buku Best Seller Islami untuk Teman Ngabuburit

5 Buku Best Seller Islami untuk Teman Ngabuburit

Tak terasa kita sudah memasuki minggu kedua bulan Ramadhan. Sambil menghabiskan waktu menunggu adzan maghrib, banyak hal yang dapat kita lakukan seperti mengaji, mendengarkan ceramah di masjid atau di televisi. Membaca buku juga bisa menjadi salah satu pilihan yang bermanfaat untuk ngabuburit, loh.

Apa saja buku yang cocok dibaca di bulan Ramadhan? Berikut lima rekomendasi buku “Best Seller Islami” pilihan yang bisa kamu baca:

 

1. Dari Allah Menuju Allah – Haidar Bagir

 

Rumi bukanlah seorang penulis ‘irfân seperti Ibn ‘Arabi—yang menulis puluhan jilid buku. Karya utama Rumi adalah Matsnawi, kumpulan puisi, yang darinya kutipan-kutipan dalam buku ini diambil. Namun, justru karena efisiensi dari medium puisi ini, Rumi bisa mengungkapkan apa yang diungkapkan dalam berjilid-jilid buku oleh seorang arif seperti Ibn ‘Arabi, ke dalam puisi-puisi yang relatif jauh lebih pendek.

Dalam buku ini, Haidar Bagir, menjelaskan secara ringkas, populer, dan sistematis prinsip-prinsip tasawuf melalui keindahan puisi-puisi Rumi.

 

2. Iman Yang Menyejarah – Komaruddin Hidayat

 

Saat ini, terdapat dua sikap yang ditampilkan masyarakat dalam memperlakukan agama,  yang kedua-duanya justru membahayakan bagi agama itu sendiri. Sebagian menganggap agama tidak lagi relevan dengan rasionalitas zaman—karena apa yang ditawarkan agama sudah dapat dipenuhi oleh sains, kapitalisme, dan otoritas politik.

Sebaliknya, sebagian yang lain menjalankan agama dengan fanatisme berlebihan hingga agama menjelma menjadi doktrin yang dibarengi sikap kaku terhadap berbagai perubahan dunia, keras terhadap kehadiran (paham) orang lain, dan cenderung tertutup.

Buku ini, yang oleh penulis disebut sebagai bagian dari pengalaman keberagamaan/keberislaman seorang rakyat Indonesia, menjelaskan pentingnya agama sebagai jalan manusia yang secara fitrah ingin mencari Kebenaran Tertinggi. Buku ini juga menawarkan cara beragama secara benar dan terbuka terhadap kemajuan manusia yang terus berkembang.

 

3. Membumikan Islam : Keluasan Dan Keluwesan Syariat Islam Untuk Manusia – Yusuf Qardhawi

Banyak kalangan mengkhawatirkan penerapan syariat Islam sebagai landasan negara, termasuk sebagian kaum Muslim. Mereka memandang syariat Islam dari sisi lahiriahnya saja, tidak sampai pada tujuan-tujuan penerapannya (maqâshid syar‘iyyah). Bahkan, mereka hanya mengaitkan syariat Islam dengan hukuman pancung, rajam, cambuk, dan potong tangan. Padahal, di balik hukuman-hukuman itu terdapat kebijakan Ilahi untuk memelihara kemaslahatan manusia. Di sisi lain, banyak aturan Islam yang berwajah ramah kurang diekspos.

Fakta sejarah menunjukkan bahwa penerapan syariat pada masa awal Islam berhasil mengubah tatanan masyarakat jahiliah menjadi masyarakat Muslim yang beradab; sebuah masyarakat yang setiap individunya mendapatkan hak-hak yang adil dan merata. Syariat Islam berhasil membawa umat kepada kemajuan dan kesejahteraan karena memiliki karakteristik yang teistis (rabbâniyyah), etis (akhlâqiyyah), realistis (wâqi‘iyyah), humanistis (insâniyyah), sistematis (tanâsuqiyyah), dan komprehensif (syumûliyyah). Dengan karakteristik demikian, syariat Islam tetap relevan bagi setiap situasi dan kondisi zaman.

Dalam buku ini, Syaikh Yusuf Qardhawi menekankan tentang relevansi dan aplikasi syariat Islam dalam segi-segi kehidupan, di antaranya:

  • Karakteristik umum syariat Islam (khashâ‘ish al-syarî‘ah).
  • Sumber-sumber syariat Islam (mashâdir al-syarî‘ah).
  • Tujuan-tujuan pokok syariat Islam (maqâshid al-syarî‘ah).
  • Faktor-faktor keluasan dan keluwesan syariat Islam.
  • Kunci sukses penerapan syariat Islam dalam kehidupan bernegara.

 

4. Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai – Emha Ainun Nadjib

 

Di sebuah pesantren, ada dua orang kiai yang berdebat tentang hukum kesenian. Salah seorang dari mereka bersikeras bahwa kesenian itu syirik, bahkan haram. Para santri menyaksikan perdebatan itu dengan hati berdebar. Dari kejauhan, terdengar suara musik dari loudspeaker. Kiai yang saya kisahkan itu mulai meledak-ledak dan menyebut seni itu haram, tetapi kedua kakinya bergerak-gerak mengikuti irama musik dari kejauhan. Para santri melihat bahwa kaki beliau itu bukan bergerak menggeleng-geleng, melainkan mengangguk-angguk. Maka, kami tiru anggukan ritmis kaki Pak Kiai itu sebab gerak kaki beliau lebih merupakan ungkapan batinnya dibanding lisannya. Melalui buku ini, Emha Ainun Nadjib, menguliti dalam-dalam perkara kemusliman ^birokrasi^. Ketaatan yang penuh rasa ^takut pada atasan^, bukan kecintaan dan pengabdian pada Tuhan. Semua kemudian berputar pada surga dan neraka, halal dan haram, pahala dan dosa. Detail-detail ritual yang malah memicu perbedaan pendapat antar-umat, serta dengan gampang mengkafirkan orang lain. Dalam kegelisahannya, Emha seolah berbicara pada naluri kita dan berkata, ^Apa tidak malu kita kepada-Nya, pada akal dan perasaan kita sendiri?^

 

5. Islam Sejati, Islam Dari Hati – K.H. Hasyim Muzadi

Ilmu agama yang tidak dibarengi khasyyatullâh (rasa takut kepada Allah), akan melahirkan kesewenangan. Pernah suatu kali ada acara bahtsul masâil—pembahasan masalah keagamaan—tentang rokok, yang memfatwakan rokok itu makruh tahrîm (makruh yang mendekati haram). Rupanya, salah seorang yang hadir adalah pemilik pabrik rokok. Dia pun memprotes, “Kalau rokok saya dimakruhkan, kantor ini tidak akan jadi. Sebab, kantor ini dibangun dari hasil pabrik rokok saya,” katanya, “coba dirundingkan lagi.”

Akhirnya, bahtsul masâil membuat keputusan baru: hukum rokok adalah makruh tahrîm, kecuali rokok produksi si pemrotes—tentu dengan alasan yang bermacam-macam.
***
Dalam buku ini, K.H. Hasyim Muzadi memaparkan kegelisahannya melihat carut-marut kehidupan beragama umat Islam di Indonesia khususnya, dan negara-negara Muslim pada umumnya. Melalui cerita-cerita ringan yang menyentil, kiai yang dikenal moderat ini menyadarkan kita betapa umat Islam telah jauh meninggalkan esensi ajaran agamanya. Pesan-pesannya yang sangat penting, layak disimak pada masa sekarang, saat umat menghadapi berbagai tantangan zaman.

Semua buku ini bisa didapatkan di #RamadanDiMizan dengan diskon hingga 30% sampai tanggal 25 Mei 2019. Promo #RamadanDiMizan berlaku untuk semua buku Islam, mulai dari buku anak hingga buku dewasa. Cari tahu koleksi lengkapnya di mizanstore.com